TANTANGAN GLOBALISASI
DAN TEKNOLOGI
Di
S
U
S
U
N
Oleh :
RIZKI SURYA ANANDA( 1406104030004 )
M.FADHLUL RAHMAN (
MAULIDIN
MULYANI
ANGGIA SATRINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TAHUN AJARAN 2015
DARUSSALAM BANDA ACEH
KATA PENGANTAR
Assalamualakum WR WB
Puji
syukur kami sampaikan kepada Allah SWT. Serta shalawat beriring salam tak lupa
pula kami sampaikan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw. Yang telah
membawa kita dari alam jahilyah kealam yang terang menerang seperti yang kita
rasakan saat ini, dan dari alam kebodohan menuju alam yang berilmu pengetahuan.
Makalah
yang kami buat ini berjudul “TANTANGAN GLOBALISASI DAN TEKNOLOGI” .Guna
memenuhi salah satu tugas mata kuliah “ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR “, Semoga
makalah kami ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri sebagai penulis dan bagi
teman-teman beserta siapapun yang nantinya membaca makalah ini.
Makalah
yang kami buat ini masih belum sempurna seperti yang di inginkan jadi kami
mohon kritik dan saran terutama dari Dosen Pembimbing, serta teman-teman
sekalian.
Darussalam, Mei 16 2015
Penulis
DAFTAR ISI
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Globalisasi
dan Teknologi adalah suatu fenomena
khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan
merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi
mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh
aspek penting kehidupan , globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan
permasalah baru yang harus di jawab , di pecahkan dalam upaya memamfaatkan
globalisasi untuk kepentingan kehidupan,
yang dimana di era globalisasi ini, dapat memepengaruhui perkembangan
social budaya pada suatu bangsa.
Dalam
pelalaksanaan dan penggunaan globalisasi dan teknologi ini, perlu pendekatan
yang tepat dan metode yang relavan dan teknik yang tepat.Pendekatan untuk
pndidikan nilai moral termasuk menanamkan, pemodelan, memfasilitasi, dan
pendekatan pengembangan keterampilan, dan metode termasuk doqmatis, metode
deduktif, induktif, dan feflektif.Seperti globalisasi kebudayaan, globalisasi
ini dapat memepengaruhihampir semua aspek yang ada dalam masyarakat termasuk
dalam aspek budaya.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1
Apa
itu pengertian globalisasi dan Teknologi.
1.2.2
globalisasi dan teknologi. Cerminan
kemajuan bangsa.
1.2.3
Pengaruh dan dan dampak globalisasi dan
teknologi bagi bangsa serta pencegahannya.
1.2.4
Pentingnya nilai moral di era
globalisasi serta peran pemerintah dalam menanggapi globalisasi yang dapat
merusak nilai moral bangsa.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Globalisasi Dan
Teknologi
Menurut Kamus Bahasa
Inggris Longman Dictionary of Contemporary English, mengartikan global
dengan kata concerning the whole earth. Maksudnya ialah sesuatu yang berkaitan dengan dunia
internasional atau seluruh alam jagad raya. Sesuatu hal yang dimaksud disini
dapat berupa masalah, kejadian, kegiatan, atau bahkan sikap yang sangat
berpengaruh dalam kehidupan yang lebih luas.
Menurut John Huckle, globalisasi adalah
suatu proses dengan mana kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah satu bagian
dunia menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat di
daerah yang jauh. Sementara itu, Albrow mengemukakan bahwa globalisasi adalah
keseluruhan proses di mana manusia di bumi ini diinkorporasikan (dimasukkan) ke
dalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global. Karena proses ini bersifat
majemuk, kita pun memandang globalisasi di dalam kemajemukan. Secara ekonomi,
pula globalisasi merupakan proses pengintegrasian ekonomi nasional
bangsa-bangsa ke dalam sebuah sistem ekonomi global.
Menurut Prijono Tjjiptoherijanto, konsep
globalisasi pada dasarnya mengacu pada pengertian ketiadaan batas antar negara
(stateless). Konsep ini merujuk pada pengertian bahwa suatu negara (state)
tidak dapat membendung “sesuatu” yang terjadi di negara lain. Pengertian
“sesuatu” tersebut dikaitkan dengan banyak hal seperti pola perilaku, tatanan
kehidupan, dan sistem perdagangan.
Dari beberapa definisi tersebut dapat
dikatakan bahwa “globalisasi” merupakan suatu proses pengintegrasian manusia
dengan segala macam aspek-aspeknya ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh
dan yang lebih besar.
Sedangkan Teknologi adalah
2.2 Globalisasi Dan Teknologi Cerminan
Kemajuan Bangsa.
Di akhir abad ke 19 dan
awal abad ke 20, arus globalisasi semakin berkembang pesat di berbagai Negara,
ketika mulai di temukan teknologi komunikasi, informasi, dan transfortasi.
Loncatan teknologi yang paling canggih pada pertegahan abad ke 20 yaitu
internet dan sekarang ini telah menjamur ke telefon genggam dan gadget lainnya,
dengan berbagai fasilitas yang ada. Bagi
Indonesia , proses globalisasi sudah sangat terasa sekali sejak awal
dilaksanakan pembangunan. Proses globalisasi yang berupa pemikiran atau system
nilai kehidupan mulai diadopsikan dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi di
indonesia. Globalisasi secara fisik di tandai dengan perkembangan kota-kota
yang menjadi bagian dari jaringan dunia.Hal ini dapat dilihat infrastuktur
telokomunikasi, jaringan transfortasi, dan informasi.
Adapun factor yang
menyebabkan terjadinya globalisasi bagi bangsa yaitu :
1.
Berkambang pesatnya teknologi dan
komunikasi
TIK, merupakan pendukung utama
terjadinnya globalisasi .dengan dukungan TIK , informasi dalam bentuk apapun
dan dalam berbagai kepentingan , dapat disebar luaskan dengan mudah sehingga
dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup, serta budaya suatu
bangsa.
2.
Adanya penanaman nilai budaya luar :
·
Selalu meningkatkan pengetahuan dalam
berbagai hal.
·
Tumbuhnya semangat etos kerja.
·
Patuh hokum
·
Kemampuan memprediksi kedepan.
·
Tumbuhnya rasa kemandirian.
·
Efesiensi dan produktifitas.
·
Keterbukaan dan keberanian bersaing.
·
Rasionalisasi
·
Siap meneriama resiko.
Globalisasi pula dapat terjadi dari berbagai
saluaran diantaranya :
1.
Lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan.
2.
Lemabaga keagamaan.
3.
Industry internasional dan lemabaga
perdaganggan.
4.
Wiasat manca Negara.
5.
TIK
2.3 Tantangan Globalisasi Dan Teknologi
1.
Hak Asasi Manusia
Hak asasi manusia merupakan hak kodrat manusia yang bersifat
universal, baik sebagai individu, warga masyarakat, warga negara, maupun warga
dunia.Skala pelanggaran hak asasi manusia itu dapat terjadi secara lokal di
kawasan tertentu, di negara tertentu, dan bahkan di dunia.Terhadap isu-isu hak
asasi manusia, posisi bangsa Indonesia, yakni berusaha mencegah munculnya
pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia, antara lain dengan cara meningkatkan
kesadaran warga negara untuk menghormati hak asasi manusia, mewujudkan keadilan
dan kesejahteraan masyarakat, dan mematuhi hukum yang berlaku.
2. Migrasi
Selain hak asasi manusia, migrasi pun merupakan masalah
global.Apakah itu bentuknya emigrasi, imigrasi, atau pengungsian. Bagi negara
yang didatangi tentu akan menimbulkan
masalah yang bermacam-macam, seperti memikirkan masalah keamanan, politik, ekonomi,
sosial, dan budaya.
3. Demokrasi
Demokrasi dalam arti luas meliputi demokrasi politik,
ekonomi, sosial, dan budaya.Demokrasi menjadi isu global karena nilai-nilai
demokrasi yang semestinya menghormati hak-hak rakyat dalam mengambil keputusan
untuk kepentingannya sendiri telah dirampas oleh penguasa.
Bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai demokrasi yang
berasaskan Pancasila, seperti memberikan kebebasan berpendapat sesuai dengan
aturan, memberikan kepercayaan kepada rakyat untuk menggunakan hak-hak
politiknya.Bangsa Indonesia senantiasa waspada terhadap sistem demokrasi yang
tidak sesuai dengan nilai-nilai serta kepribadian bangsa.
4. Lingkungan
Hidup dan Sumber Daya
Alam
Lingkungan hidup dan sumber daya alam yang tidak terjaga
dapat menimbulkan masalah global. Lingkungan hidup yang penuh polusi akan
menimbulkan dampak pada menurunnya derajat kesehatan masyarakat.
5. Perdamaian
dan
Keamanan
Perdamaian dan keamanan menjadi dambaan setiap umat
manusia.Namun demikian, kenyataannya sampai saat ini perdamaian dan keamanan
masih sangat mencekam.Masalah perdamaian dan keamanan telah menjadi masalah
global yang tidak mungkin diselesaikan oleh satu negara saja walaupun negara
itu merupakan negara besar. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah
membangun kerja sama, baik secara bilateral maupun secara multilateral.
2.3 Pengaruh Globalisasi Dan Teknologi
Bagi Bangsa.
Era globalisasi yang merupakan era tatanan kehidupan manusia
secara global telah melibatkan seluruh umat manusia.Secara khusus gelombang
globalisasi itu memasuki tiga arena penting di dalam kehidupan manusia, yaitu
arena ekonomi, arena politik, dan arena budaya.Jika masyarakat atau bangsa
tersebut tidak siap menghadapi tantangan-tantangan global yang bersifat multidimensi
dan tidak dapat memanfaatkan peluang, maka akan menjadi korban yang tenggelam
di tengah-tengah arus globalisasi.Dari sisi politik, gelombang globalisasi yang
sangat kuat yakni gelombang demokratisasi.Sesudah perang dingin dan rontoknya
komunisme, umat manusia menyadari bahwa hanya prinsip-prinsip demokrasi yang
dapat membawa manusia kepada taraf kehidupan yang lebih baik.Angin
demokratisasi telah merasuk ke dalam hati rakyat di setiap negara.Mereka
melakukan gerakan sosial dengan menggugat dan melawan sistem pemerintahan
diktator atau pemerintahan apapun yang tidak memihak rakyat.
Kasus serupa juga terjadi di Indonesia, yaitu dengan
runtuhnya rezim pemerintahan Orde Lama dan runtuhnya rezim pemerintahan Orde
Baru. Di Indonesia sejak bergulirnya reformasi, gelombang demokratisasi semakin
marak dan tuntutan akan keterbukaan politik semakin terlihat.
Dari sisi budaya, era globalisasi ini membawa beraneka ragam
budaya yang sangat dimungkinkan mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan
sistem nilai masyarakat suatu negara.Oleh karena itu, kita seharusnya waspada
dan pandai menyiasati pengaruh budaya silang sehingga bangsa kita dapat
mengambil nilai budaya yang positif yaitu mengambil nilai budaya yang
bermanfaat bagi kehidupan dan pembangunan bangsa serta tidak terjebak pada
pengaruh-pengaruh budaya yang negatif.Kita juga harus belajar melihat dunia
dari perspektif yang berbeda sesuai dengan kepentingan dan tujuan masing-masing
tanpa melunturkan nilai identitas budaya bangsa kita. Dengan memahami perbedaan
dan persamaan kebudayaan tadi akan menumbuhkan saling pengertian dan saling
menghargai antar kebudayaan yang ada.
2.4 Dampak Positif Dan Negatif
Tantangan Globalisasi Dan Teknologi
Globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan akan membuat
setiap bangsa menjadi bagian dari sistem nilai dunia.
1.
Globalisasi
ekonomi memungkinkan terjadinya sinergi positif antara beberapa kelompok
ekonomi dalam negeri dengan kelompok ekonomi luar negeri. Sinergi ekonomi
positif yang berciri multilateral ini perlu diarahkan untuk tidak mematikan
kelompok-kelompok ekonomi yang sejenis di negara-negara yang beraliansi ekonomi
secara multilateral tersebut.
2.
Secara
politis, era globalisasi dapat menumbuhkan kesadaran berdemokrasi yaitu
kesadaran hak dan kewajibannya serta kesadaran tanggung jawab dalam bernegara.
Pada masa reformasi, demokrasi telah membawa perubahan-perubahan yang besar
diantaranya pelaksanaan pemilihan umum legislatif dengan sistem multipartai dan
pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung.
3.
Produksi
global dapat di tingakatkan.
4.
Mningkatkankemakmuaran masyarakat dalam suatu Negara.
5.
Meluaskan
pasar untuk produk dalam negeri.
6.
Dapat
memeperoleh bnyak modal dan teknologi yang lebih baik.
7.
Meneydiakan
dana tambahan utuk pembangunan ekonomi.
8.
Dapat
dengan mudah mendapatkan informasi di erabagai Negara mealui jaraingan
internet`
9.
Berpikir
yang baik, dan semangat etos kerja yang tinggi dan kemjuan IPTEK yang akan
mempertebalkan rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
10.
Meningkatkan
keefektifitas daam hal tenaga ,waktu, dan biaya.
Aspek negatif globalisasi dapat dicontohkan sebagai berikut
:
1.
Berhadapan
dengan kekuatan global negara-negara dunia ketiga akan sulit mempertahankan
pola produksinya dan sulit meningkatkan taraf hidupnya. Pada umumnya
negara-negara berkembang akan terperangkap dengan hutang-hutangnya yang semakin
lama semakin menggelembung.
2.
Dari
sudut pandang politik, arus globalisasi telah mengembuskan demokratisasi di
banyak negara. Apa yang terjadi di kebanyakan negara berkembang akan
memunculkan sikap dan tindakan anarkis yang dapat memakan banyak korban di
antara sesama. Wawasan kebangsaan semakin terpuruk sehingga dapat menimbulkan
disintegrasi bangsa. Terjadinya gejala disintegrasi ini karena penguasa atau
elit politik dianggap sudah tidak lagi memperhatikan nasib dan kepentingan
rakyat. Sebaliknya, penguasa hanya mementingkan kepentingan diri, keluarga, dan
kelompoknya.
3.
Menghambat
pertumbuhan sector industry, sehingga mmeperburuk neraca pembayaran.
4.
Sector
keuangan semakin tidak stabil. Dan memperburuk prospek perumbuhan ekonomi
jangka penjang.
5.
Masyarakat
sekarang banyak luapa diri sebagai identitas bangsa Indonesia, karena gaya
hidup yang cendeung mengikuti budaya barat.
6.
Mengakibatkan
adanya esenjangan social, yang tajam antara yang kaya dan yang miskin.
7. Muncul sikap individualism yang
menimbulkan ketidak pedulian antar perilaku sesame warga .
Adapun upaya pencegahannya yaitu :
1. Menumbuhkan semangata nasionalisme
yang tangguh, missal semnagat mencintai produk dalam negeri.
2. Menanamkan dan mengamalkan
nilai-nilai pancasila.
3. Menanamkan dan menjalankan ajaran
agama dengan sebaik-baiknya.
4. Menghujudkan supremasi hukum. Serta
menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti yang sebaik-baiknya.
2.5 Pentingnya Nilai Moral Dalam
Menghadapi Tantangan Globalisasi Dan Teknologi Di Era Modern .
Dalam menghadapi
globalisasi maka sangat di perlukan nilai-nilai moral salah satu upaya dalam
menanamkan nilai-nilai moral yaitu dengan upaya pendidikan nilai moral, dimana
pendidikan nilai moral yaitu pendidikan yang berusaha mendirikan
komponen-komponen integrasi pribadi.Integrasii dapat dilukiskan
sekurang-kurangnya, dengan empat gambaran kepribadian.
Menurut John P. Miller (1876) , gambaran kepribadian menunjukkan beberapa
karakteristik.
1.
pribadi yang terintregrasikan selalu
melakukan pertubuhan dan perkembangan, maksudnya ia memandang hidupnya sebagi
suatu proses menjadi dan berusaha memilih pengalaman-pengalaman
yang mengakibatkan perkembangan tersebut. Oleh karenanya ia berani menanggung
resiko dan menghadapi konflik, selagi ia tahu bahwa tampa resiko
perkembangannya tertahan .dengan kata lain ea memiliki kesadaran terhadap
perubahan perkembangan yang mesti dialami.
2.
pribadi yang terintregrasikan memiliki
kesadaran akan jati dirinya dan identitasnya. Dia dapat mengenal dan
menjelaskan nilai-nilai dan keyakinan yang ia percayai dan menegaskannya secara
terbuka , sejauh nilai-nilai itu menjadi kesatuan dengan jati dirinya. Walaupun
I memiliki kepekaan terhadap kebutuhan-kebutuhan orang lain, jati diri atau
identitas yang telah ia kembangkan adalah miliknya dan tidak disandarkan pada
harapan orang lain atas dirinya. Jati diri yang ia miliki terbentuk dari proses
kesadaran memilih dan keteguhan hatinya
3.
pribadi yang terintegrasi senantiasa
terbuka dan peka terhadap kebutuhan orang lain, dia memepunyai rasa empat serta
dengan efektif dapat berfungsi di dalm kelompoknya.
4.
Prbadi yang terintegrasi megambarkan
suatu kebulatan kesadaran, dapat merasakn keseimbangan antara hati dan
pikirannya.
Pendidikan moral di era globalisasi ini
berfungsi untuk menjaga kestabilan dalam hubungan masyarakat , serta identitas
suatu Negara. Dimana dalam upaya untuk pendidikan moral dapat dilakukan dengan
bberapa metode diantaranya :
1.
Metode doqmatik yaitu metode untuk
mengajarakan nilai-nilai kepada peserta didik dengan jalan memeberikan
nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang harus di terima peserta didik.
2.
Metode deduktif yaitu ccara untu
memberikan nilai-nilai kebenaran ( keutuhan kemanusian ) dengan cara mengurai.
3.
.
b. Metode deduktif
adalah cara menyajikan nilai-nilai kebenaran (keutuhan dan kemanusiaan) dengan
jalan menguraikan konsep tentang kebenaran itu agar dipahami oleh peserta
didik. Metode ini bertolak dari kebenaran sebagai teori atau konsep yang
memiliki nilai-nilai baik, selanjutnya ditarik beberapa contoh kasus terapan
dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, atau ditarik ke dalam nilai-nilai
lain yang lebih khusus atau sempit ruang lingkupnya.
c. Metode induktif
adalah sebagai kebalikan dari metode deduktif, yakni dalam membelajarkan nilai
dimulai dengan mengenalkan kasus-kasus dalam kehidupan sehari-hari, kemudian
ditarik maknanya secara hakiki tentang nilai-nilai kebenaran yang berada dalam
kehidupan tersebut.
d. Metode reflektif
merupakan gabungan dari penggunaan metode deduktif dan induktif, yakni
membelajarkan nilai dengan jalan mondar-mandir antara memberikan konsep secara
umum tentang nilai-nilai kebenaran, kemudian melihatnya dalam kasuskasus
kehidupan sehari-hari, atau dari melihat kasus-kasus sehari-hari dikembalikan
kepada konsep teoretiknya secara umum.
BAB
II
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Ghazali, Adeng. 2004. Civic
Education.Bandung : Benang Merah Press.
H.A.R. Tilaar, 2004,
Multikulturalisma, Tantangan Global Masa Depan Dalam Tranformasi Pendidikan
Nasional, penerbit Grasindo.
Referensi WWW.Fahrismaster.blogspot.com
http://randinurzaman.blogspot.com/2012/04/makalah-dampak-globalisasi-dalam-bidang.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar