Rabu, 31 Agustus 2016

makalah tantangan globalisasi dan teknologi



TANTANGAN GLOBALISASI
DAN TEKNOLOGI

Di
S
U
S
U
N

Oleh :

RIZKI SURYA ANANDA( 1406104030004 )
M.FADHLUL RAHMAN   (
MAULIDIN
MULYANI
ANGGIA SATRINI
 



                                                                                     

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TAHUN AJARAN 2015
DARUSSALAM BANDA ACEH

KATA PENGANTAR
Assalamualakum WR WB
Puji syukur kami sampaikan kepada Allah SWT. Serta shalawat beriring salam tak lupa pula kami sampaikan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw. Yang telah membawa kita dari alam jahilyah kealam yang terang menerang seperti yang kita rasakan saat ini, dan dari alam kebodohan menuju alam yang berilmu pengetahuan.
Makalah yang kami buat ini berjudul “TANTANGAN GLOBALISASI DAN TEKNOLOGI” .Guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah “ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR “, Semoga makalah kami ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri sebagai penulis dan bagi teman-teman beserta siapapun yang nantinya membaca makalah ini.
Makalah yang kami buat ini masih belum sempurna seperti yang di inginkan jadi kami mohon kritik dan saran terutama dari Dosen Pembimbing, serta teman-teman sekalian.
Darussalam,  Mei 16 2015
Penulis



DAFTAR ISI




BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Globalisasi dan Teknologi  adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran  teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan , globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalah baru yang harus di jawab , di pecahkan dalam upaya memamfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan,  yang dimana di era globalisasi ini, dapat memepengaruhui perkembangan social budaya pada suatu bangsa.
Dalam pelalaksanaan dan penggunaan globalisasi dan teknologi ini, perlu pendekatan yang tepat dan metode yang relavan dan teknik yang tepat.Pendekatan untuk pndidikan nilai moral termasuk menanamkan, pemodelan, memfasilitasi, dan pendekatan pengembangan keterampilan, dan metode termasuk doqmatis, metode deduktif, induktif, dan feflektif.Seperti globalisasi kebudayaan, globalisasi ini dapat memepengaruhihampir semua aspek yang ada dalam masyarakat termasuk dalam aspek budaya.
1.2  Rumusan Masalah

1.2.1        Apa  itu pengertian globalisasi dan Teknologi.
1.2.2        globalisasi dan teknologi. Cerminan kemajuan bangsa.
1.2.3        Pengaruh dan dan dampak globalisasi dan teknologi bagi bangsa serta pencegahannya.
1.2.4        Pentingnya nilai moral di era globalisasi serta peran pemerintah dalam menanggapi globalisasi yang dapat merusak nilai moral bangsa.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Globalisasi Dan Teknologi

Menurut Kamus Bahasa Inggris Longman Dictionary of Contemporary English, mengartikan global dengan kata concerning the whole earth. Maksudnya ialah  sesuatu yang berkaitan dengan dunia internasional atau seluruh alam jagad raya. Sesuatu hal yang dimaksud disini dapat berupa masalah, kejadian, kegiatan, atau bahkan sikap yang sangat berpengaruh dalam kehidupan yang lebih luas.
Menurut John Huckle, globalisasi adalah suatu proses dengan mana kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh. Sementara itu, Albrow mengemukakan bahwa globalisasi adalah keseluruhan proses di mana manusia di bumi ini diinkorporasikan (dimasukkan) ke dalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global. Karena proses ini bersifat majemuk, kita pun memandang globalisasi di dalam kemajemukan. Secara ekonomi, pula globalisasi merupakan proses pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam sebuah sistem ekonomi global.
Menurut Prijono Tjjiptoherijanto, konsep globalisasi pada dasarnya mengacu pada pengertian ketiadaan batas antar negara (stateless). Konsep ini merujuk pada pengertian bahwa suatu negara (state) tidak dapat membendung “sesuatu” yang terjadi di negara lain. Pengertian “sesuatu” tersebut dikaitkan dengan banyak hal seperti pola perilaku, tatanan kehidupan, dan sistem perdagangan.
Dari beberapa definisi tersebut dapat dikatakan bahwa “globalisasi” merupakan suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek-aspeknya ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih besar.
 Sedangkan Teknologi adalah

2.2  Globalisasi Dan Teknologi Cerminan Kemajuan Bangsa.

Di akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20, arus globalisasi semakin berkembang pesat di berbagai Negara, ketika mulai di temukan teknologi komunikasi, informasi, dan transfortasi. Loncatan teknologi yang paling canggih pada pertegahan abad ke 20 yaitu internet dan sekarang ini telah menjamur ke telefon genggam dan gadget lainnya, dengan berbagai fasilitas yang ada.  Bagi Indonesia , proses globalisasi sudah sangat terasa sekali sejak awal dilaksanakan pembangunan. Proses globalisasi yang berupa pemikiran atau system nilai kehidupan mulai diadopsikan dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi di indonesia. Globalisasi secara fisik di tandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan dunia.Hal ini dapat dilihat infrastuktur telokomunikasi, jaringan transfortasi, dan informasi.
Adapun factor yang menyebabkan terjadinya globalisasi bagi bangsa yaitu :
1.      Berkambang pesatnya teknologi dan komunikasi
TIK, merupakan pendukung utama terjadinnya globalisasi .dengan dukungan TIK , informasi dalam bentuk apapun dan dalam berbagai kepentingan , dapat disebar luaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup, serta budaya suatu bangsa.
2.      Adanya penanaman nilai budaya luar :
·         Selalu meningkatkan pengetahuan dalam berbagai hal.
·         Tumbuhnya semangat etos kerja.
·         Patuh hokum
·         Kemampuan memprediksi kedepan.
·         Tumbuhnya rasa kemandirian.
·         Efesiensi dan produktifitas.
·         Keterbukaan dan keberanian bersaing.
·         Rasionalisasi
·         Siap meneriama resiko.
 Globalisasi pula dapat terjadi dari berbagai saluaran diantaranya :
1.      Lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan.
2.      Lemabaga keagamaan.
3.      Industry internasional dan lemabaga perdaganggan.
4.      Wiasat manca Negara.
5.      TIK

2.3  Tantangan Globalisasi Dan Teknologi
1.      Hak Asasi Manusia
Hak asasi manusia merupakan hak kodrat manusia yang bersifat universal, baik sebagai individu, warga masyarakat, warga negara, maupun warga dunia.Skala pelanggaran hak asasi manusia itu dapat terjadi secara lokal di kawasan tertentu, di negara tertentu, dan bahkan di dunia.Terhadap isu-isu hak asasi manusia, posisi bangsa Indonesia, yakni berusaha mencegah munculnya pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia, antara lain dengan cara meningkatkan kesadaran warga negara untuk menghormati hak asasi manusia, mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat, dan mematuhi hukum yang berlaku.
2.      Migrasi                  
Selain hak asasi manusia, migrasi pun merupakan masalah global.Apakah itu bentuknya emigrasi, imigrasi, atau pengungsian. Bagi negara yang didatangi tentu akan  menimbulkan masalah yang bermacam-macam, seperti memikirkan masalah keamanan, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
3.      Demokrasi             
Demokrasi dalam arti luas meliputi demokrasi politik, ekonomi, sosial, dan budaya.Demokrasi menjadi isu global karena nilai-nilai demokrasi yang semestinya menghormati hak-hak rakyat dalam mengambil keputusan untuk kepentingannya sendiri telah dirampas oleh penguasa.
Bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai demokrasi yang berasaskan Pancasila, seperti memberikan kebebasan berpendapat sesuai dengan aturan, memberikan kepercayaan kepada rakyat untuk menggunakan hak-hak politiknya.Bangsa Indonesia senantiasa waspada terhadap sistem demokrasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai serta kepribadian bangsa.
4.      Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam                
Lingkungan hidup dan sumber daya alam yang tidak terjaga dapat menimbulkan masalah global. Lingkungan hidup yang penuh polusi akan menimbulkan dampak pada menurunnya derajat kesehatan masyarakat.
5.      Perdamaian dan Keamanan                   
Perdamaian dan keamanan menjadi dambaan setiap umat manusia.Namun demikian, kenyataannya sampai saat ini perdamaian dan keamanan masih sangat mencekam.Masalah perdamaian dan keamanan telah menjadi masalah global yang tidak mungkin diselesaikan oleh satu negara saja walaupun negara itu merupakan negara besar. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah membangun kerja sama, baik secara bilateral maupun secara multilateral.
2.3  Pengaruh Globalisasi Dan Teknologi Bagi Bangsa.

Era globalisasi yang merupakan era tatanan kehidupan manusia secara global telah melibatkan seluruh umat manusia.Secara khusus gelombang globalisasi itu memasuki tiga arena penting di dalam kehidupan manusia, yaitu arena ekonomi, arena politik, dan arena budaya.Jika masyarakat atau bangsa tersebut tidak siap menghadapi tantangan-tantangan global yang bersifat multidimensi dan tidak dapat memanfaatkan peluang, maka akan menjadi korban yang tenggelam di tengah-tengah arus globalisasi.Dari sisi politik, gelombang globalisasi yang sangat kuat yakni gelombang demokratisasi.Sesudah perang dingin dan rontoknya komunisme, umat manusia menyadari bahwa hanya prinsip-prinsip demokrasi yang dapat membawa manusia kepada taraf kehidupan yang lebih baik.Angin demokratisasi telah merasuk ke dalam hati rakyat di setiap negara.Mereka melakukan gerakan sosial dengan menggugat dan melawan sistem pemerintahan diktator atau pemerintahan apapun yang tidak memihak rakyat.
Kasus serupa juga terjadi di Indonesia, yaitu dengan runtuhnya rezim pemerintahan Orde Lama dan runtuhnya rezim pemerintahan Orde Baru. Di Indonesia sejak bergulirnya reformasi, gelombang demokratisasi semakin marak dan tuntutan akan keterbukaan politik semakin terlihat.
Dari sisi budaya, era globalisasi ini membawa beraneka ragam budaya yang sangat dimungkinkan mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan sistem nilai masyarakat suatu negara.Oleh karena itu, kita seharusnya waspada dan pandai menyiasati pengaruh budaya silang sehingga bangsa kita dapat mengambil nilai budaya yang positif yaitu mengambil nilai budaya yang bermanfaat bagi kehidupan dan pembangunan bangsa serta tidak terjebak pada pengaruh-pengaruh budaya yang negatif.Kita juga harus belajar melihat dunia dari perspektif yang berbeda sesuai dengan kepentingan dan tujuan masing-masing tanpa melunturkan nilai identitas budaya bangsa kita. Dengan memahami perbedaan dan persamaan kebudayaan tadi akan menumbuhkan saling pengertian dan saling menghargai antar kebudayaan yang ada.
2.4  Dampak Positif Dan Negatif Tantangan Globalisasi Dan Teknologi
Globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan akan membuat setiap bangsa menjadi bagian dari sistem nilai dunia.
1.      Globalisasi ekonomi memungkinkan terjadinya sinergi positif antara beberapa kelompok ekonomi dalam negeri dengan kelompok ekonomi luar negeri. Sinergi ekonomi positif yang berciri multilateral ini perlu diarahkan untuk tidak mematikan kelompok-kelompok ekonomi yang sejenis di negara-negara yang beraliansi ekonomi secara multilateral tersebut.
2.      Secara politis, era globalisasi dapat menumbuhkan kesadaran berdemokrasi yaitu kesadaran hak dan kewajibannya serta kesadaran tanggung jawab dalam bernegara. Pada masa reformasi, demokrasi telah membawa perubahan-perubahan yang besar diantaranya pelaksanaan pemilihan umum legislatif dengan sistem multipartai dan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung.
3.      Produksi global dapat di tingakatkan.
4.      Mningkatkankemakmuaran  masyarakat dalam suatu Negara.
5.      Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri.
6.      Dapat memeperoleh bnyak modal dan teknologi yang lebih baik.
7.      Meneydiakan dana tambahan utuk pembangunan ekonomi.
8.      Dapat dengan mudah mendapatkan informasi di erabagai Negara mealui jaraingan internet`
9.      Berpikir yang baik, dan semangat etos kerja yang tinggi dan kemjuan IPTEK yang akan mempertebalkan rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
10.  Meningkatkan keefektifitas daam hal tenaga ,waktu, dan biaya.
Aspek negatif globalisasi dapat dicontohkan sebagai berikut :
1.      Berhadapan dengan kekuatan global negara-negara dunia ketiga akan sulit mempertahankan pola produksinya dan sulit meningkatkan taraf hidupnya. Pada umumnya negara-negara berkembang akan terperangkap dengan hutang-hutangnya yang semakin lama semakin menggelembung.
2.      Dari sudut pandang politik, arus globalisasi telah mengembuskan demokratisasi di banyak negara. Apa yang terjadi di kebanyakan negara berkembang akan memunculkan sikap dan tindakan anarkis yang dapat memakan banyak korban di antara sesama. Wawasan kebangsaan semakin terpuruk sehingga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Terjadinya gejala disintegrasi ini karena penguasa atau elit politik dianggap sudah tidak lagi memperhatikan nasib dan kepentingan rakyat. Sebaliknya, penguasa hanya mementingkan kepentingan diri, keluarga, dan kelompoknya.
3.      Menghambat pertumbuhan sector industry, sehingga mmeperburuk neraca pembayaran.
4.      Sector keuangan semakin tidak stabil. Dan memperburuk prospek perumbuhan ekonomi jangka penjang.
5.      Masyarakat sekarang banyak luapa diri sebagai identitas bangsa Indonesia, karena gaya hidup yang cendeung mengikuti budaya barat.
6.      Mengakibatkan adanya esenjangan social, yang tajam antara yang kaya dan yang miskin.
7.      Muncul sikap individualism yang menimbulkan ketidak pedulian antar perilaku sesame warga .

Adapun upaya pencegahannya yaitu :
1.      Menumbuhkan semangata nasionalisme yang tangguh, missal semnagat mencintai produk dalam negeri.
2.      Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila.
3.      Menanamkan dan menjalankan ajaran agama dengan sebaik-baiknya.
4.      Menghujudkan supremasi hukum. Serta menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti yang sebaik-baiknya.

2.5  Pentingnya Nilai Moral Dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi Dan Teknologi Di Era Modern .

Dalam menghadapi globalisasi maka sangat di perlukan nilai-nilai moral salah satu upaya dalam menanamkan nilai-nilai moral yaitu dengan upaya pendidikan nilai moral, dimana pendidikan nilai moral yaitu pendidikan yang berusaha mendirikan komponen-komponen integrasi pribadi.Integrasii dapat dilukiskan sekurang-kurangnya, dengan empat gambaran kepribadian.

Menurut  John P. Miller (1876) ,  gambaran kepribadian menunjukkan beberapa karakteristik.

1.      pribadi yang terintregrasikan selalu melakukan pertubuhan dan perkembangan, maksudnya ia memandang hidupnya sebagi suatu proses menjadi dan berusaha memilih pengalaman-pengalaman yang mengakibatkan perkembangan tersebut. Oleh karenanya ia berani menanggung resiko dan menghadapi konflik, selagi ia tahu bahwa tampa resiko perkembangannya tertahan .dengan kata lain ea memiliki kesadaran terhadap perubahan perkembangan yang mesti dialami.
2.      pribadi yang terintregrasikan memiliki kesadaran akan jati dirinya dan identitasnya. Dia dapat mengenal dan menjelaskan nilai-nilai dan keyakinan yang ia percayai dan menegaskannya secara terbuka , sejauh nilai-nilai itu menjadi kesatuan dengan jati dirinya. Walaupun I memiliki kepekaan terhadap kebutuhan-kebutuhan orang lain, jati diri atau identitas yang telah ia kembangkan adalah miliknya dan tidak disandarkan pada harapan orang lain atas dirinya. Jati diri yang ia miliki terbentuk dari proses kesadaran memilih dan keteguhan hatinya
3.      pribadi yang terintegrasi senantiasa terbuka dan peka terhadap kebutuhan orang lain, dia memepunyai rasa empat serta dengan efektif dapat berfungsi di dalm kelompoknya.
4.      Prbadi yang terintegrasi megambarkan suatu kebulatan kesadaran, dapat merasakn keseimbangan antara hati dan pikirannya.


 Pendidikan moral di era globalisasi ini berfungsi untuk menjaga kestabilan dalam hubungan masyarakat , serta identitas suatu Negara. Dimana dalam upaya untuk pendidikan moral dapat dilakukan dengan bberapa metode diantaranya :
1.      Metode doqmatik yaitu metode untuk mengajarakan nilai-nilai kepada peserta didik dengan jalan memeberikan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang harus di terima peserta didik.
2.      Metode deduktif yaitu ccara untu memberikan nilai-nilai kebenaran ( keutuhan kemanusian ) dengan cara mengurai.
3.       


.
b. Metode deduktif adalah cara menyajikan nilai-nilai kebenaran (keutuhan dan kemanusiaan) dengan jalan menguraikan konsep tentang kebenaran itu agar dipahami oleh peserta didik. Metode ini bertolak dari kebenaran sebagai teori atau konsep yang memiliki nilai-nilai baik, selanjutnya ditarik beberapa contoh kasus terapan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, atau ditarik ke dalam nilai-nilai lain yang lebih khusus atau sempit ruang lingkupnya.
c. Metode induktif adalah sebagai kebalikan dari metode deduktif, yakni dalam membelajarkan nilai dimulai dengan mengenalkan kasus-kasus dalam kehidupan sehari-hari, kemudian ditarik maknanya secara hakiki tentang nilai-nilai kebenaran yang berada dalam kehidupan tersebut.
d. Metode reflektif merupakan gabungan dari penggunaan metode deduktif dan induktif, yakni membelajarkan nilai dengan jalan mondar-mandir antara memberikan konsep secara umum tentang nilai-nilai kebenaran, kemudian melihatnya dalam kasuskasus kehidupan sehari-hari, atau dari melihat kasus-kasus sehari-hari dikembalikan kepada konsep teoretiknya secara umum.





BAB II
PENUTUP



























DAFTAR PUSTAKA
Ghazali, Adeng. 2004. Civic Education.Bandung : Benang Merah Press.
H.A.R. Tilaar, 2004, Multikulturalisma, Tantangan Global Masa Depan Dalam Tranformasi Pendidikan Nasional, penerbit Grasindo.
http://randinurzaman.blogspot.com/2012/04/makalah-dampak-globalisasi-dalam-bidang.html