Rabu, 31 Agustus 2016

makalah laporan observasi klimatologi dan meteorologi



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG

Pengukuran dan pencatatan unsur iklim dan cuaca yang penting diamati oleh sebuah Stasiun Klimatologi dan Meterologi antara lain adalah curah hujan yang terkait dengan jumlah dan intensitas hujan , evaporasi dari permukaan tanah dan tanaman, radiasi matahari yaitu lama penyinaran dan intensitas penyinaran, kemudian kelembaban dan suhu baik pada udara maupun tanah, dan tentang angin yaitu kecepatan serta arah angin.
Unsur-unsur iklim erat hubungannya dengan pertumbuhan tanaman adalah, curah hujan, angin, suhu dan kelembaban udara. Air sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, seperti menjaga suhu tubuh tanaman.
Pengamatan cuaca yang langsung dilakukan manusia maupun menggunakan alat meupakan kegiatan penting dalam Meterologi.
Secara umum, negara-negara tropis memiliki berbagai macam kelebihan seperti tanahnya yang subur, curah hujan yang tinggi, sinar matahari yang melimpah, flora fauna yang beranegaragam, sumber daya alam yang melimpah ruah, dan masih banyak lagi kelebihan-kelebihan lainnya. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita mensyukuri karunia yang telah diberikan oleh Tuhan tersebut kepada negara kita tercinta, Indonesia. Adapun ciri-ciri negara yang beriklim tropis adalah memiliki curah hujan tahunan yang tinggi dengan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun, suhu udara rata-rata yang tinggi sekitar 20°C – 30°C, tekanan udara yang relatif rendah dengan perubahannya secara perlahan-lahan dan beraturan, dan amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil berkisar antara 1°C – 5°C.
Pengaruh posisi astronomis Indonesia di 95° BT – 141° BT adalah secara de facto Indonesia terbagi kedalam 3 zona waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WIT) dan Waktu Indonesia Timur (WIT).


B.     TUJUAN

1.      Untuk mengetahui cara kerja alat yang ada di stasiun BMKG Indrapuri – Aceh Besar
2.      Untuk mengetahui kegunaan alat – alat yang ada di stasiun BMKG Indrapuri – Aceh Besar
3.      Agar mahasiswa dapat mengamati unsur – unsur cuaca dan iklim
4.      Agar mahasiswa mengenal profil Stasiun BMKG Indrapuri – Aceh Besar

C.    RUMUSAN MASALAH

1.    Bagaimanakah sistem cara kerja dari termometer ?
2.    Bagaimanakah sistem cara kerja dari evaporimeter ?
3.    Bagaimanakah sistem cara kerja dari campbell stokes ?
4.    Bagaimanakah sistem cara kerja dari anemometer ?
5.    Bagaimanakah sistem cara kerja dari alat penakar hujan ?

D.    METODE OBSERVASI

6.     Metode Audio
Mahasiswa mendengarkan  penjelasan dan pengarahan dari pihak staff  BMKG mengenai iklim dan profilnya beserta kelengkapan alat - alatnya.
7.      Metode Visual
Mahasiswa melihat secara langsung  layar dengan gambar yang diletakkan di hadapan para mahasiswa oleh pihak BMKG yaitu gambar durasi proses hujan dan gambar alat pendeteksi cuaca lengkap dengan keterangannya.
8.         Metode di lapangan
Mahasiswa langsung terjun ke lapangan untuk melihat, mengamati dan mencoba alat-alat pendeteksi iklim di kantor BMKG Indrapuri Aceh Besar.
9.     Metode Pencatatan
Mahasiswa mencatat hasil pengamatan dari hasil pengarahan dan penjelasan dari kegunaan  alat-alat tersebut pada buku dan mendokumentasikan gambar hasil obsrevasi.


E.     WAKTU DAN TEMPAT
Hari/Tanggal         : Senin, 18 Juni 2014
Pukul                     : 09.00 WIB s/d Selesai
Tempat                  : BMKG Indrapuri - Aceh Besar


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Pengertian Meteorologi dan Klimatologi

Meteorologi berasal dari kata Yunani, yaitu meteoros, yang artinya benda yang ada dalam udara  dan logos artinya ilmu atau kajian. Jadi, meteorologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari proses dan gejala cuaca yang terjadi di dalam atmosfer terutama pada lapisan bawah yaitu troposfer. Kajian masalah meteorologi diperlukan dalam pembangunan irigasi, objek wisata, tempat peristirahatan, perkebunan, perikanan, lapangan terbang, pelayaran, proyek industri dan lain sebagainya.

Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim, keadaan/kondisi rata-rata cuaca yang lazim pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang cukup lama/sepanjang musim. Iklim berbeda menurut garis lintang, letak relatif dengan benua atau lautan, serta kondisi-kondisi geografis setempat seperti ketinggian, arus laut, dan sebagainya.

         Cuaca adalah rata-rata kondisi atmosfer pada suatu tempat tertentudengan waktu yang relatif singkat. Udara merupakan benda gas yang menyelubungi bumi dengan ketinggian tertentu, tidak berwarna, tidak berbau,tidak dapat dilihat, dan tidak dapat dirasakan, kecuali dalam keadaan bergerak (angin). Cuaca wilayahnya relatif sempit dan senantiasa cepat berubah setiap saat dari waktu ke waktu. Cuaca diamati dan dipelajari secara rutin oleh meteorology dan geofisika yang hasilnya digunakan untuk kepentingan penerbangan, pelayaran dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan cuaca.

                Iklim (climate) adalah sintesis/kesimpulan dari perubahan unsur-unsur cuaca (hari demi hari dan bulan demi bulan) dalam jangka waktu yang panjang di suatu tempat pada suatu wilayah. Setelah bertahun-tahun (30 tahun tahun atau lebih) dari rata-rata tiap nilai unsur-unsur cuaca akan mencerminkan sifat atmosfer yang dikenal sebagai iklim. Jadi tiap tempat cuaca hari ke hari berubah-ubah akhirnya membentuk siklus tertentu, rata-rata data cuaca itulah yang nantinya disebut sebagai data iklim. Iklim sering diartikan nilai statistik cuaca jangka panjang di suatu wilayah.

         Cuaca dan iklim selalu menyertai dan mempengaruhi kehidupan manusia dibumi. Nahkoda kapal, pilot pesawat terbang, nelayan dan petani adalah sebagian banyak dari sekian banyak orang yang sangat memerlukan keterangan atau data cuaca dan iklim untuk melaksanakan pekerjaann dengan baik. Oleh karena itu, pengertian tentang cuaca dan iklim perlu dipelajari untuk mendapat suatu pertimbangan dalam kehidupan kita sehari-hari.

B.     Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus ( SMPK )

Sesuai dengan namanya, Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus ( SMPK ) bertugas secara khusus melakukan kegiatan pengamatan (pengukuran) keadaan unsur-unsur iklim seperti suhu, angin, hujan, penyinaran matahari, penguapan, kelembaban, pada suatu waktu (standar) yang telah ditentukan yang berhubunagn atau berpengaruh nyata terhadap hasil pertanian. Biasanya stasiun ini merupakan hasil kerja sama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dengan instansi Pemerintah/BUMN/Swasta yang berhubngan denangan pertanian.

C.   Taman Alat–Alat  Klimatologi

Taman alat-alat Klimatologi adalah suatu taman dimana alat-alat pengukur unsur-unsur iklim ditempatkan. Taman alat-alat Klimatologi terdapat pada setiap Stasiun Klimatologi dan dibangun sedemikian rupa agar dapat beroperasi dengan baik secara terus menerus paling sedikit 10 tahun.

1.       Ketentuan Membangun Taman Alat-alat

Kekhasan taman alat-alat tersebut menggambarkan persyaratan atau ketentuan-ketentuan dalam membangunnya, antara lain :
a.       Tanahnya yang datar atau rata dengan ditanami rumput pendek.
b.      Tempat terbuka, letaknya jauh dari pohon-pohon, bangunan penghalang yang tinggi. Jarak dari pohon atau bangunan penghalang minimal sama dengan tinggi pohon dan atau bangunan penghalang tersebut. (misalnya terdapat pohon dengan tinggi empat meter maka jarak taman alat dengan pohon adalah minimal empat meter)
c.       Mempunyai pagar keliling setinggi +  1 meter, untuk melindungi alat-alat dari gangguan hewan dan lain-lainnya.
d.       Ukuran atau luas taman alat bervariasi tergantung dari jenis Stasiun atau jumlah alat-alat yang dipasang didalamnya. Contoh : berukuran 20 m X 15 m, 40 m X 20 m, 60 mX 40 m dan sebagainya.
e.       Arah taman alat memanjang Utara–Selatan.
f.       Alat-alat pengukur unsur-unsur iklim diletakkan di dalam taman alat.
g.      Penempatan alat-alat pengukur unsur iklim ditentukan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu satu sama lain.

D.   Alat – Alat di BMKG Indrapuri – Aceh Besar
a.       Campbell Stokes
b.       Anemometer 6 m
c.        Anemometer 2 m
d.       Termometer tanah
e.       Panci terbuka
f.       Sangkar 1,2 m
g.      Penakar Hujan Hillman
h.      Penakar Hujan Biasa





                                       
BAB III
PEMBAHASAN DAN HASIL

A.      Sangkar Meteorologi (SCREEN)

Sangkar meteorologi (Screen) adalah suatu tempat yang digunakan untuk meletakkan alat-alat pengamatan cuaca permukaan seperti termometer Bola Kering, Bola Basah, Termometer Maksimum dan Minimum dan alat lain. Untuk ketelitian pengukuran suhu udara seyogyanya dihindari dari beberapa macam gangguan lokal maupun hal-hal lain yang mengurangi kemurnian-kemurnian suhu atmosfer. Beberapa gangguan yang perlu dihindarkan antara lain :

1.      Pengaruh radiasi langsung dari matahari dan pantulannya oleh benda-benda disekitarnya.
2.      Gangguan tetesan air hujan.
3.      Tiupan angin yang terlalu kuat.
4.      Pengaruh lokal gradient suhu tanah akibat pemanasan dan pendinginan permukaan tanah setempat.

Untuk mengatasi atau meminimalisir gangguan tersebut di atas alat pengukurnya perlu ditempatkan pada sangkar meteorologi.

1.      Ketentuan Membangun Sangkar Meteorologi.
a.       Sangkar dibuat dari kayu sedemikian rupa sehingga dapat melindungi/mengelilingi alat didalammnya secara sempurna, tetapi dapat menunjukkan suhu udara yang sama dengan suhu udara luar.
b.      Kisi pintu Sangkar dibuat rangkap untuk mencegah tiupan angin secara langsung, tetapi udara yang bebas dapat melalui alat.
c.       Sangkar dibuat berpintu dua, membuka/menutup menghadap Utara–Selatan. Gunanya untuk mencegah pancaran langsung sinar matahari pada alat sewaktu melakukan pengamatan. Jika matahari berada pada belahan bumi Utara, digunakan pintu sebelah Selatan untuk pengamatan dan sebaliknya.
d.      Tinggi lantai (tempat kedudukan alat) 120 cm diatas permukaan tanah.
e.       Sangkar diletakkan diatas tanah berumput pendek, di dalam taman alat dengan jarak minimal satu kali tinggi benda yang berada didekatnya.

2.      Pemeliharaan Alat.
a.       Bersihkan Sangkar Meteorologi dari debu dan lumut sedikitnya satu kali dalam satu bulan
b.      Sangkar dicat satu kali dalam satu tahun dengan menggunakan cat warna putih.

Pengamatan Suhu Udara Permukaan
Pengamatan Suhu Udara Permukaan adalah pengukuran suhu udara pada ketinggian 1,20- 1,25 meter dari permukaan tanah, dengan satuan suhu udara adalah 0C (Celsius), menggunakan alat pengukur suhu yaitu Termometer. Selanjutnya suhu udara permukaan diamati dengan menggunakan Termometer Bola Kering.

1.      Termometer Bola Basah dan Bola Kering.
Sepasang Termometer Bola Basah dan Bola Kering yang ditempatkan vertikal pada Standard dan terpisah dalam jarak + 5 cm satu sama lain yang disebut Psycrometer(gambar 4). Jenis ini dipakai untuk pengamatan temperatur dengan mata yang diletakkan dalam Sangkar Meteorologi. Termometer Bola Basah dan Bola Kering ini berisi Air Raksa, yang bersifat membasahi dinding gelas, cepat menerima panas, mengembang dengan teratur, titik didih tinggi (3570 C) dan merupakan penghantar yang baik.
Pengamatan suhu udara permukaan dilakukan dengan membaca termometer bola kering. Suhu udara adalah temperatur atau suhu yang ditunjukkan/terbaca pada Termometer Bola Kering dengan skala dalam satuan derajat Celcius (0C) dengan tingkat ketelitian 0.2 derajat. Termometer Bola Basah adalah Termometer Bola Kering yang dibungkus dengan kain Muslin (kain kasa) yang bersih dan dimasukkan ke dalam dalam Botol yang berisi air bersih dan diusahakan ada jarak antara kain muslin dalam botol dengan bola Termometer.

a.   Cara Kerja Peralatan :
1)      Apabila suhu udara meningkat maka air raksa dalam bola Termometer akan memuai dan mendesak keluar.
2)      Apabila suhu udara menurun maka air raksa dalam bola Termometer akan menyusut dan menarik air raksa dalam kolom..
3)      Ujung kolom air raksa pada Termometer Bola Basah dan Bola Kering menunjukkan suhu udara pada lingkungan.

b.   Cara Pengukuran dan Pengoperasian :
1)      Pengamatan/pengukuran dilakukan pada waktu yang telah ditentukan.
2)      Tiap kali membuka sangkar yang pertama dibaca adalah suhu dalam Termometer Bola Kering, jangan memegang termometer untuk menghindari pengaruh panas tubuh pengamat terhadap suhu termometer.
3)      Yakinkan bahwa garis pandang dari mata kepuncak permukaan air raksa miniscus adalah mendatar, untuk menghindari kesalahan paralaks
4)      Baca Termometer dengan cepat dan cermat sampai persepuluhan derajat Celsius terdekat.

2.      Termometer Maksimum
Termometer ini adalah Termometer air raksa biasa seperti Termometer bola kering. Perbedaannya ialah terdapatnya bagian yang sempit pada tabung dekat bola Termometer.

a.      Cara Kerja Peralatan
1)      Apabila suhu udara meningkat maka air raksa dalam bola Termometer akan memuai dan mendesak keluar melalui lubang sempit pada tabung dekat bola Termometer. Ujung kolom air raksa menunjukkan Temperatur udara maksimum pada hari tersebut.
2)      Apabila suhu turun, kolom air raksa terputus pada bagian yang sempit ini, segera sesudah air raksa dalam bola termometer menyusut ujung lain dari kolom air raksa tetap pada tempatnya.
3)      Kedudukan air raksa dalam tabung hanya dapat diturunkan dengan bantuan tenaga mekanis.

Jadi Termometer maksimum menunjukkan suhu udara tertinggi dalam dua batas waktu pengamatan/pengukuran.




b.      Cara Pengukuran dan Pengoperasian :
1)      Untuk keperluan pengamatan Meteorologi dan Klimatologi pengamatan dilakukan 1 kali sehari pada waktu yang telah ditentukan yaitu pada sore hari sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Dimana suhu udara tidak akan mengalami kenaikan lagi dalam jangka waktu yang lama.
2)      Baca termometer dengan cermat sampai persepuluhan derajat, Jangan sekali-kali termometer dipegang sebelum dibaca.
3)      Setelah pembacaan termometer diangkat dari tempatnya kemudian diayunkan 2 X dengan posisi tangan lurus, untuk mengembalikan air raksa dalam termometer seperti posisi semula.

2.    Termometer Minimum

Termometer Minimum adalah termometer alkohol. Termometer jenis ini dipakai untuk mengukur temperatur yang rendah, karena alkohol mempunyai titik beku yang rendah (-970 C) dan merupakan penghantar panas yang baik. Didalam kolom alkohol ini terdapat sebatang gelas kecil yang berwarna kebiru-biruan. Batang gelas ini dinamakan indeks.Ujung indeks paling jauh dari bola termometer adalah harga pembacaan.


a.    Cara Kerja Peralatan

1)      Jika suhu turun indeks terdorong kearah bola termometer oleh permukaan alkohol.
2)      Jika suhu naik zat cair ini mengembang, indeks tetap pada tempat yang paling rendah.


b.      Cara Pengukuran dan Pengoperasian :
1)      Pembacaan alat adalah pada ujung terjauh indeks dari bola termometer.
2)      Setelah pembacaan, termometer diangkat dari tempatnya kemudian termometer dimiringkan dengan posisi bola termometer lebih tinggi, sambil diamati pergerakan dari indeks hingga indeks mencapai puncak permukaan alkohol dan diletakkan kembali pada standard seperti posisi semula.

b.   Pemeliharaan Alat

1)       Bersihkan termometer dari debu dan lumut.
2)      Tambahkan air termometer bola basah sedikitnya 1 kali dalam tiga hari atau pada saat air dalam botol berkurang.
3)      Ganti kain kasa atau kain muslin jika telah berlumut atau kotor.      
4)      Periksa air raksa termometer maksimum setelah dibaca dan sebelum dikembalikan apakah bagian yang sempit pada tabung dekat bola masih berfungsi baik (lihat apakah air raksa terputus).
5)      Jangan menggoyang termometer minimum seperti termometer maksimum. Cukup dimiringkan ke arah suhu pada waktu pembacaan.












TUGAS 1 DAN 2
1.      Jelaskan apa saja manfaat sebuah stasiun pengamatan unsur-unsur meterologi dan klimatologi bagi kehidupan manusia ?
JAWAB :

1.      Masyarakat dapat mengetahui waktu-waktu yang tepat untuk bercocok tanam, contohnya : dengan waktu yg tepat, masa cocok tanam bisa panen 3 kali dalam setahun. Tetapi apabila tidak tepat maka hanya dua kali, inilah salah satu yg dapat menghasilkan hasil yang lebih maksimal.
2.      Dengan adanya prakiraan cuaca, data-data kapan datangnya angin dapat sangat berguna bagi para nelayan yang ingin menangkap ikan. Mengetahui waktu yang tepat pula
3.      Badan kepariwisataan juga membutuhkan informasi-informasi dari BMKG untuk kenyamanan dan kselamatan pada wisatawan
4.      Sebagai informasi pula kepada masyarakat yang lebih luas,untuk berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti melakukan perjalanan dsb.


2.      Sebutkan beberapa alasan mengapa sebuah stasiun pengamatan meterologi dan klimatologi harus dibangun di suatu tempat tertentu
JAWAB :
                        Di dalam sebuah stasiun pengamatan memiliki banyak sekali alat-alat yang digunakan dan akan berfungsi dengan maksimal apabila alat tersebut berada di tempat yang tepat dan sesuai, contohnya : sangkar meteorology yang keakuratannya akan baik apabila tidak terpengaruh oleh aktivitas manusia seperti pembakaran dll.
                       
3.      Catatlah tingginya suhu bagaimana yang ditunjukkan oleh masing-masing termometer saat pengamatan pada tabel berikut,
JAWAB :
                       
1
Termometer bola basah
t =  26,6    °C = 80,24°F
2
Termometer bola kering
t =  31,6   °C =88,88°F
3
Termometer maksimum
t =  30,6   °C =87,88°F
4
Termometer minimum
t =  27,2   °C = 80,96 °F


4.         Sesuai data pada tabel di atas, jika terdapat perbedaan hasil pengamatan jelaskan mengapa ada perbedaan tersebut.
JAWAB :

Karena, benda yang digunakan untuk mengukur atau kandungan isinya berbeda. Sehingga menghasilkan data yang berbeda, akan tetapi perbedaan ini tidak terpaut terlalu jauh. Dan adanya perbedaan tinggi suhu karena hasil pengamatan suhu udara tersebut ada yang tidak valid, seperti di air raksa, alkohol dan sebagainya. Maka hasilnya itu berbeda, akan tetapi perbedaan tu tidak terlalu jauh sehingga data-data  yng didapatkan itu tetap akurat kebenarannya dan bisa dimasukan ke dalam data pengukuran suhu. Seperti yang kita  ketahui, setiap alat pastimempunyai kelebihan dan kekurangannya .

5.        Jelaskan mengapa pencatatan suhu udara untuk pengamatan klimatologi harus diambil dari beberapa jenis termometer, seperti termometer bola basah , bola kering, maksimum dan minimum.
JAWAB :

Karena, pada sistem alat tersebut, ada data-datanya ada yang tidak akurat, seperti termometer maksimum dan minimum memiliki kelemahan karena data yang didapat kurang akurat karena ada beda tingkat pemuaian antara raksa dan alkohol.Sedangkan kelebihannya yaitu dapat diperoleh data suhu maksimum dan minimum secara bersamaan. Sehingga dari keseluruhannya dapat di ambil kesimpulan sehingga datanya itu tepat dan akurat

6.        Sebagai salah satu unsur pembentukan iklim, apakah pengaruh besar kecilnya perbedaan rentang suhu antara maksimum dan minimum
JAWAB :

Pengaruh besarnya kecilnya yaitu terjadi pada hasil pengamatan, kalau maksimum pengukurannya menggunakan air raksa sehingga pengamatannya jelas,jika suhu naik maka air raksa akan mengembang dan melewati penyempitan. Dan jika terjadi penurunan suhu raksa menyusut tetapi tidak melewati penyempitan didalam tabung menuju tanda. Dari panjang kolom air raksa yang tinggal didalam tabung dapat di baca suhu tertinggi yang telah dicapai. Kalau minimum ia lebih condong pengamatannya menggunakan alkohol.  Jika suhu naik, alkohol yang memuai dapat melewati benda kecil (barbell), pada penurunan suhu, alkohol akan menyusut.Ujung induk yang paling jauh dari tandon menunjukan suhu paling rendah yang dialami selama waktu pengamatan.Termometer minimum memiliki kelebihan yaitu menggunakan zat cair alkohol yang titik bekunya rendah sehingga dapat digunakan mengukur suhu yang sangat rendah.

B.     Higrometer (Relatif Humidity – RH)

Relatif Humidity/Kelembaban Udara (RH) adalah perbandingan tekanan uap air dalam gas terhadap tekanan uap air maksimum pada suhu tertentu yang dinyatakan dalam persen (%). Relatif Humidity di ukur secara langsung dengan alat yang disebut Hygrograf , dan juga dapat ditentukan secara tidak langsung melalui pembacaan Psycrometer (Termometer bola basah dan bola kering, gambar 4). Dikatakan tidak langsung karena Relatif Humidity didapat dari perhitungan hasil pembacaan suhu bola basah dan bola kering. Sehingga diketahui hubungan antara pembacaan bola basah dan bola kering dan tekanan uap pada saat itu.

Cara Pengukuran dan Pengoperasian

Untuk mempermudah pengamatan Relatif Humidity atau kelembaban udara, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), telah membuat Tabel penentuan Relatif Humidity (RH) berdasarkan hasil pembacaan Termometer Bola Basah dan Termometer Bola Kering.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1)      Jarak Antara Bola Termometer (basah & kering) dengan lantai adalah 18 cm.
2)      Jarak antara besi penyangga Termometer (maksimum & minimum) dengan lantai adalah 35 cm.
3)      Letak Psycrometer didalam sangkar pada jarak minimum 10 cm terhadap dinding sangkar dan alat-alat lain.
                       

Temperatur Tanah
Selain mengukur suhu udara, Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus (SMPK) juga mengamati/mengukur suhu tanah pada kedalaman 0 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm, 100 cm. Sesuai dengan ketetapan (standard) dari WMO (World Meteorological Organization). Temperatur tanah dibedakan atas dua macam yaitu, temperatur tanah berumput pendek dan temperatur tanah gundul. Perbedaan terletak pada keadaan permukaan tanah dimana termometer ditempatkan ditanami rumput pendek atau tidak sama sekali (gundul).
a)      Cara Kerja Peralatan
1.      Prinsip kerja alat sama dengan termometer bola kering biasa yaitu, apabila suhu dalam tanah meningkat maka air raksa dalam bola termometer akan memuai dan mendesak keluar dan juga berlaku sebaliknya.
2.    Ujung kolom air raksa menunjukkan suhu tanah pada kedalaman termometer yang sedang diamati.

b)      Cara Pengukuran dan Pengoperasian
1.      Pengamatan/pengukuran dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan.
2. Mata pengamat usahakan sejajar dengan permukaan air raksa dalam termometer, hindari kesalahan paralaks dalam pembacaan suhu.
c)      Pemeliharaan Alat
1.     Bersihkan termometer dari debu dan lumut.
2.     Bersihkan areal termometer tanah gundul dari rumput/tanaman.
3.  Pelihara areal termometer tanah berumput dengan rumput pendek dan bersihkan dari tanaman pengganggu.
               


TUGAS 3 :
1.    Jelaskan bagaimana cara pembacaan nilai kelembapan relatif atau relatif humadity (rh) udar pada alat higrograf dan secara tidak langsung dengan psicometer
JAWAB :

Apabila pembacaan pada kedua termometer basah dan kering sama, maka kelembaban nisbinya adalah 100%, tetapi apabila pembacaan termometer basah di bawah termometer kering, maka kelembaban nisbinya kurang dari 100%. Nilai sebenarnya dapat dilihat pada tabel, tetapi kalau menggunakan Sling Psychrometer dan hygrometer dapat langsung dibaca pada skala ukurannya

2.    Catatlah besarnya nilai kelembapan relatif udara saat ini
JAWAB :  75% ( tujuh puluh lima persen )


3.    Catatlah data tinggi suhu untuk masing-masing kedalaman tanah yang berbeda kedalam tabel berikut.
JAWAB :
1
Suhu pada kedalaman 0 cm
t = 29,8       °C = 84,84  °F
2
Suhu pada kedalaman 10 cm
t =28,2        °C = 83, 16 °F
3
Suhu pada kedalaman 20 cm
t = 28,4       °C = 28,32  °F
4
Suhu pada kedalaman 50 cm
t = 30          °C = 86       °F
5
Suhu pada kedalaman 100 cm
t = 30,5       °C=  86,40  °F


4.        Perhatikan tinggi suhu untuk masing-masing kedalaman tanah, jika terdapaT perbedaan jelaskan mengapa suhu tersebut berbeda
JAWAB :

                 Karena, kedalaman tanah yang di ukur itu berbeda-beda. Sehingga temperatur didalam tanah juga berbeda. Kelembapan udara, kadar air tanah, dan kandungan bahan organik yang diterima pun berbeda, sehingga suhu yang diterima pun berbeda.

5.        Jelaska mengapa, pencatatan tinggi suhu tanah harus dilakukan dengan cara memvariasikan kedalaman tanah.
JAWAB :
karena, proses kehidupan bebijian, akar tanaman dan mikroba tanah secara langsung dipengaruhi oleh temperatur tanah. Tentang suhu tanah pengaruhnya penting sekali pada kondisi tanah itu sendiri dan pertumbuhan tanaman. Pengukuran dari suhu tanah biasanya dilakukan pada kedalaman 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm, dan 100 cm. Faktor pengaruh suhu tanah yaitu faktor luar dan faktor dalam. Yang dimaksud dengan faktor luar yaitu radiasi matahari, awan, curah hujan, angin, kelembapan udara. Faktor dalamnya yaitu faktor tanah, struktur tanda, kadar iar tanah, kandungan bahan organik, dan warna tanah. Makin tinggi suhu maka semakin cepat pematangan pada tanaman. Suhu tanah beraneka ragam dengan cara khas pada perhitungan harian dan musiman. Fluktasi terbesar dipermukaan tanah dan akan berkurang dengan bertambahnya kedalaman tanah.

C.      Pengukur Curah Hujan/ Penakar hujan (Ombro Meter)

Penakar Curah Hujan Biasa (Type Obs)
Penakar hujan ini termasuk jenis penakar hujan biasa non recording atau tidak dapat mencatat sendiri. Dengan bentuk sederhana terdiri dari sebuah corong, mulut corong (bagian atas) berbentuk lingkaran dengan luas 100 cm2. Bagian bawah corong merupakan tempat penampungan air hujan. Penakar hujan ini termasuk tipe kolektor yang menggunakan gelas ukur khusus untuk mengukur curah hujan dalam skala mm (milimeter).

1.      Cara Kerja Peralatan :
a.       Air hujan yang masuk melalui corong dialirkan kebagian penampungan air hujan.
b.      Air yang tertampung dikeluarkan melalui kran dan diukur dengan menggunakan gelas penakar.


2.      Cara Pengukuran dan Pengoperasian :
a.       Pengamatan dilakukan setiap hari pada jam 07.00 waktu setempat.
b.      Buka kunci gembok, letakkan gelas ukur dibawah kran dan kemudian kran dibuka.
c.       Jika curah hujan diperkirakan melebihi 25 mm atau (sesuai skala gelas), sebelum air yang ditampung dalam gelas mencapai 25 mm, kran ditutup dulu, lakukan pembacaan dan catat. Kemudian air dalam gelas dipindah dan pengukuran dilanjutkan kembali sampai air dalam penakar habis diukur. Selanjutnya seluruh hasil pembacaan dicatat dan di jumlahkan.
d.      Untuk pembacaan curah hujan lebih kecil dari 0,5 mm ditulis 0 (nol), jika lebih dari 0,5 mm ditulis 1 (satu).

3.      Pemeliharaan Alat :
a.       Periksa dan bersihkan corong dari sampah/kotoran sehingga tidak menghambat masuknya air hujan.
b.      Periksa selalu apakah penampungan bocor.
c.       Pakai/gunakan selalu gelas ukur standard yang telah disediakan.
d.      Setelah pengukuran pastikan kran dalam keadaan tertutup/terkunci

Penakar Hujan Otomatis (Tipe Hillman)
Penakar hujan tipa Hillman termasuk penakar hujan yang dapat mencatat sendiri. Badannya berbentuk silinder dengan tinggi 115 cm. Mulut corong (bagian atas) berbentuk lingkaran dengan luas 200 cm 2.

1.      Cara Kerja Peralatan :
a.       Air hujan masuk melalui corong kemudian masuk terkumpul dalam tabung tempat pelampung.
b.      Air menyebabkan pelampung beserta tangkainya terangkat naik keatas.
c.       Pada tangkai pelampung terdapat tangkai pena yang gerakannya mengikuti tangkai pelampung.
d.      Gerakan pena dicatat pada pias yang digulung pada silinder jam yang berputar secara mekanis.
e.       Jika air dalam tabung hampir penuh (dapat dilihat pada lengkungan selang gelas) pena akan mencapai tempat teratas pada pias. Setelah air mencapai atau melewati puncak lengkungan selang gelas maka berdasarkan sistem siphon otomatis air dalam tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam tabung.
f.       Bersamaan dengan keluarnya air, tangkai pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias merupakan garis lurus vertikal.
g.      Jika hujan masih turun, maka pelampung akan naik kembali seperti diatas.

Dengan demikian jumlah curah hujan dapat dihitung dengan menghitung jumlah garis-garis vertikal yang terdapat pada pias, dan dapat ditentukan kapan jatuhnya hujan dan berapa intensitasnya untuk jangka waktu tartentu. Satu kali pena pias naik menandakan hujan sebanyak 10 mm.

2.      Cara Pengukuran dan Pengoperasian :
a.       Buka pintu penakar hujan, singkirkan pena dari pias lalu angkat silinder jam penakar keatas.
b.      Putar/kunci jam secukupnya, pasang pias pada silinder yang telah ditulis tanggal pemasangannya.
c.       Letakkan silinder jam pada posisi semula dengan menyetel/mencocokkan waktu yang ditunjukkan oleh pena pada pias dengan waktu setempat.
d.      Untuk keperluan pengamatan iklim suatu daerah, pengambilan pias dilakukan pukul 07.00 waktu setempat.

3.      Pemeliharaan Alat :
a.       Periksa dan bersihkan corong dari sampah/kotoran sehingga tidak menghambat masuknya air hujan.
b.      Periksa selalu apakah jam berfungsi baik, jangan mengunci jam terlalu ketat.
c.       Periksa selalu apakah tangkai pena berfungsi dengan baik, jangan membengkokkan tangkai pena. Periksa juga apakah mata pena masih berfungsi.
d.      Gunakan gelas ukur standard yang telah disediakan, setelah pengukuran pastikan pintu penakar tertutup dengan baik.

             
                                                                  TYPE OBS






TYPE HILLMAN










TUGAS 4 :
6.        Jelaskan apakah ada perbedaan pengertian curah hujan dengan intensitas hujan.
       JAWAB :

Curah hujan = jumlah air yang jatuh di permukaan tanah datar selama periode tertentu yang diukur dengan satuan tinggi (mm) di atas permukaan horizontal bila tidak terjadi evaporasi, runoff dan infiltrasi.
            Intensitas hujan = adalah ketinggian curah hujan yang terjadi pada suatu kurun waktu di mana air tersebut terkonsentrasi

7.        Dapatkan data tentang besarnya curah hujan untuk wilayah-wilayah kabupaten yang ada dalam provinsi nanggroe aceh darussalam.
       JAWAB :

            Curah hujan di wilayah Aceh sebagian besar di atas 13,6 mm/hr bahkan ada yang mencapai 34,8 mm/hr. Wilayah yang bercurah hujan tinggi tersebut meliputi: Pidie, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Pulau Simeulue. Sedangkan wilayah yang bercurah hujan di bawah 13,6 mm/hr meliputi: sebagian Aceh Besar, sebagian Aceh Utara, sebagian Aceh Timur, dan sebagian Aceh Tenggara

             .        


D.      Campbell Stokes
Campbell Stokes digunakan untuk menghitung lama penyinaran matahari atau panjang hari. Alat ini terdiri dari bola gelas berbentuk bulat berisi masa air yang terpasang ditengah-tengah sebuah mangkok dengan garis tengah + 15 cm. Pada mangkok dibuat garis-garis jam dan permukaannya dicat hitam. Bola gelas ini bekerja sebagai lensa dan panas matahari akan membakar pias kertas ditempat kertas jatuh.

1.      Cara Kerja Alat
a.       Sinar Matahari yang melalui bola gelas sedemikian rupa diteruskan dan difokuskan tepat mengenai pias yang khusus dibuat untuk alat ini.
b.      Bekas sinar matahari akan meninggalkan jejak dengan terbakarnya pias sesuai dengan kekuatan sinar matahari.
c.       Digunakannya bola gelas untuk memfokuskan sinar matahari secara terus-menerus tanpa terpangaruh oleh perubahan posisi matahari.
d.      Jika matahari bersinar sepanjang hari dan mengenai alat ini akan diperoleh jejak pias terbakar yang tidak putus.
e.       Jika matahari tertutup awan dan atau hujan akan ditinggalkan jejak yang terputus-putus.

2.      Cara Pengukuran dan Pengoperasian :
a.       Penggantian dan pemasangan pias sebaiknya pada sore hari setelah pukul 18.00 waktu setempat.
b.      Tulis tanggal waktu pemasangan pias pada sebalik kertas pias.

TUGAS 5 :
1.        Jelaskan cara kerja alat ukur radiasi matahari sehingga alat ini dapat mengukur lamanya penyinaran dan intensitas energi radiasi cahaya matahari.
JAWAB :



1.      Sinar matahari yang melalui bola gelas sedemikian rupa diteruskan dan difokuskan tepat mengenai pias yang khusus dibuat untuk alat pengukur radiasi matahari
2.      Bekas sinar matahari akan meninggalkan jejak dengan terbakarnya pias sesuai dengan kekuatan sinar matahari.
3.      Digunakannya bola gelas untukmemfokuskan sinar matahari secara terus menerus tanpa terpengaruh oleh perubahan posisi matahari
4.      Jika matahari bersinar sepanjang hari dan mengenai alat ini akan diperoleh jejak pias terbakar yang tidak putus
5.      Jika matahari tertutup awan dan atau hujan akan ditinggalkan jejak yang terputus-putus.
                       
2.    Apa manfaat pengukuran lamanya penyinaran cahaya dan pengukuran intensitas cahaya matahari dalam klimatologi.
JAWAB :

Manfaatnya yaitu untuk menunjukkan seberapa lama matahari menyinari bumi selama 12 jam, untuk mengukur rata-rata keadaan atmosfer juga.

3.    Apakah alat ini alat ini (campbell stokes) dapat menjelaskan tentang adanya perbedaan gerak semu matahari terhadap bumi dalam periode satu tahun.
JAWAB :
                   Dapat, karena pada Campbell stokes tersebut pemfokusan cahaya matahari bergerak dari arah timur ke barat, dimana yang membuktikan adanya pergerakan gerak semu matahari. Dan pada alat tersebut pula telah diatur sesuai letang lintang daerah tsb.

4.    Apakah posisi pembakaran pada jenis kertas pias antara pias melengkung pajang, lurus dan pias lengkung pendek dapat memprediksi musim hujan atau musim kemarau, khususnya di wilayah propinsi nanggroe aceh darussalam dan umumnya di wilayah indonesia.
JAWAB :
Bisa, karena jenis pias dari alat tersebut itu mencatat arah pergerakan matahari. Sehingga kita dapat memprediksi musim di Indonesia.

E.       Anemometer (Mengukur Kecepatan Angin)
Kecepatan angin diukur dengan Anemometer. Ada yang langsung menunjukkan kecepatan angin sesaat, dan ada pula yang menyatakan panjangnya perjalanan angin. Dalam jangka waktu tertentu, yang disebut dengan Wind Run. Cup Counter Anemometer termasuk jenis yang mengukur Wind Run ini. Untuk keperluan pertanian Cup Counter Anemometer ditempatkan pada ketinggian dua meter dari permukaan tanah.

1.      Cara Kerja Alat :
a.       Angin yang melewati mangkuk menyebabkan mangkuk berputar. Jauhnya perjalanan angin dicatat pada counter.
b.      Untuk mengetahui kecepatan angin rata-rata selama jangka waktu tertentu (interval), dihitung selisih pembacaan pada counter diakhir interval dengan permulaan interval itu.

2.      Cara Pengukuran dan Pengoperasian :
a.       Catat counter pada saat permulaan pengamatan sesuai dengan waktu pengamatan setempat.
b.      Catat counter pada pengamatan berikutnya sesuai dengan waktu pengamatan yang telah ditentukan.
c.       Hitung kecepatan angin rata-rata dengan satuan meter/detik (m/s) selama jangka waktu pengamatan.

3.      Pemeliharaan Alat :
a.       Pelihara as (sumbu) kepala Cup Counter Anemometer dengan cara meminyakinya.
b.      Jangan memutar mangkok pada saat Cup Counter Anemometer sedang beroperasi atau berputar pada saat pengamatan.

              

TUGAS 6
1.      Jelaskan cara kerja alat ukur anemometer dan bagaimana mengukur kecepatan angin sesaat maupun pengukuran model Win Run !
JAWAB :

      Alat yang bernama Wind Vine/Run ini berguna untuk menentukan arah angin. Kemudian alat yang bernama Anemometer ini bisa mengetahui berapa kecepatan anginnya.

Cara Kerjanya :

     Wind Vane/Run akan bergerak memutar ketika angin berhembus sehingga dapat diketahui asal arah angin. Dan pada saat itu pula dapat mengetahui kecepatan anginnya dengan melihat Anemometer

2.      Mengapa anemometer perlu dipasang pada dua posisi ketinggian terhadap permukaan tanah !
JAWAB :
Alat ukur anemometer yang ada di BMKG klimatologi indrapuri di pasang dengan dua ketinggian yaitu 2 meter dan 10 meter. Itu disebabkan karena kecepatan angin yang berbeda antara 2 meter dan 10 meter, itu semua dipengaruhi oleh permukaan dan vegetasi di sekitarnya.

3.      Apa saja syarat yang harus diperhatikan ketika menentukan tepat pemasangan sebuah alat ukur kecepatan angin atau anemometer !
JAWAB :
                  Anemometer dipasang dengan ketinggian 10 meter dan berada di tempat terbuka yang memiliki jarak dari penghalang sejauh 10 kali dari tinggi penghalang (pohon, gedung atau sesuatu yang menjulang tinggi). Tiang anemometer dipasang menggunakan 3 buah labrang/ kawat penahan tiang, dimana salah satu kawat/labrang berada pada arah utara dari tiang anemometer dan antar labrang membentuk sudut 1200. Pemasangan penangkal petir pada tiang anemometer merupakan faktor terpenting terutama untuk daerah rawan petir. Hal ini mengingat tiang anemometer memiliki ketinggian 10 meter dengan ujung-ujung runcing yang membuatnya rawan terhadap sambaran petir

4.      Apa saja faktor yang dapat mempengaruhi besar kecilnya kecepatan angin suatu saat !
JAWAB :
Ada tiga hal yang penting menyangkut sifat angin yaitu : kekuatan, arah dan kecepatan angin yang sangat dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dan kekasaran permukaan. Semakin besar perbedaan tekanan udara dari suatu wilayah dengan wilayah lain, kecepatan angin semakin besar. Demikian juga dengan kekasaran permukaan, semakin kasar permukaan yang dilewati oleh angin maka hambatan yang dialami angin semakin besar sehingga kecepatannnya berkurang dan arah angin mengalami perubahan akibat adanya gerakan turbulensi.

5.      Apakah terdapat pengaruh jenis penutup lahan terhadap besar kecilnya kecepatan angin pada suatu wilayah !
JAWAB :
Jenis penutup lahan itu sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya  kecepatan angin. Karena jenis penutup lahan adalah faktor yang mempengaruhi sampai nya penyinaran matahari kepermukaan tanah. Dan apabila jenis penutupnya tinggi-tinggi maka kecepatan anginya sedikit berkurang karena permukaan tidak terlalu kosong.


F.       Evaporimeter

Penguapan ialah proses perubahan air menjadi uap air. Proses ini dapat terjadi pada setiap permukaan benda pada temperatur diatas 00C. Faktor-faktor yang mempengaruhi penguapan adalah temperatur benda dan udara, kecepatan angin, kelembaban udara, jenis permukaan benda serta unsur-unsur yang terkandung didalamnya.
Dalam klimatologi dikenal istilah evaporasi dan evapotranspirasi, Evaporasi adalah penguapan dari permukaan benda mati atau air yang tergenang, sedangkan Evapotranspirasi adalah penguapan dari permukaan air, tanah, dan tanaman (transpirasi). Jadi Evapotranspirasi merupakan gabungan dari tranpirasi dan evaporasi.

A.    Evaporimeter Panci Terbuka
Salah satu alat yang digunakan untuk mengukur evaporasi dipergunakan Evaporimeter panci terbuka, dengan peralatan antara lain :
1)      Panci terbuka, terbuat dari besi anti karat dengan ukuran garis tengah 122 cm, dan tinggi 25,4 cm.
2)      Hook Gauge yaitu alat yang digunakan untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci. Alat ini terdiri dari sebuah batang yang mempunyai skala mm (milimeter), dan sebuah sekrup yang digunakan untuk mengatur letak ujung jarum pada permukaan air dalam panci. Skrup ini berfungsi sebagai mikrometer yang dibagi menjadi 50 bagian. Satu putaran penuh dari mikrometer mencatat perubahan ujung jarum  setinggi 1 mm.
3)      Still Well adalah bejana yang terbuat dari logam kuningan yang berbentuk silinder dan mempunyai tiga buah kaki. Pada tiap kaki bejana terdapat sekrup yang digunakan untuk menyetel Still Well berdiri horisontal. Pada dasar bejana terdapat sebuah lubang saluran air untuk menjaga permukaan air dalam bejana dan panci tetap sama. Kegunaan yang lain adalah untuk menjaga permukaan air tetap tenang, sehingga penyetelan ujung jarum dapat lebih mudah.
4)      Flooting Termometer (Termometer Apung). Alat ini merupakan satu set termometer maksimum dan minimum biasa yang diletakkan mengapung diatas panci berfungsi untuk mengukur temperatur air dalam panci.

1.      Cara Kerja Alat
a.       Laju penguapan diketahui dan diukur dari perubahan tinggi permukaan air, melalui pembacaan skala pada Hook Gauge.
b.      Untuk Mengetahui laju penguapan yang terjadi pada interval waktu tertentu, dihitung selisih pembacaan akhir interval dengan permulaan interval waktu itu.

2.      Cara Pengukuran dan Pengoperasian
a.       Baca dan catan suhu maksimum dan minimum air.
b.      Baca dan catat skala pada Hook Gauge.
c.       Putar sekrup Hook Gauge perlahan-lahan sampai ujung jarum tepat berada pada permukaan air
d.      Baca dan catat skala pada Hook Gauge pada skala yang ditumjukkan oleh sekrup/mikrometer.
e.       Lakukan pengamatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

3.      Pemeliharaan Alat :
a.       Bersihkan bagian-bagian alat dari kotoran/lumut.
b.      Ganti air dan bersihkan panci paling sedikit dua minggu satu kali.
                       

TUGAS 7
1.      Jelaskan bagaimana cara kerja alat ukur evaporimeter sehingga dapat ditentukan berapa besar laju penguapan air !
JAWAB :
Alat ini yang bernama Evaporimeter ini digunakan untuk mengukur besarnya evaporasi.

Cara Kerja :
Dalam penggunaan alat ini  hanya mengamati dan mencatat skala yang tertera pada alat tersebut.

2.      Jelaskan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya laju penguapan pada air !
JAWAB :
.               Yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya  laju penguapan pada air adalah penyinaran matahari, semakin lama matahari menyinari permukaan air dan semakin banyak sinar matahari yang diterima oleh permukaan air, maka semakin tinggi penguapan air tersebut. Kemudian yang dapat mempengaruhi tinggi penguapan adalah temperatur benda dan udara, kecepatan angin, kelembaban udara, intensitas radiasi matahari dan tekanan udara, jenis permukaan benda serta unsur-unsur yang terkandung didalamnya.

3.      Apa pengaruh tinggi rendahnya laju penguapan air terhadap keadaan iklim dan cuaca di suatu tempat !
JAWAB :
Tinggi rendahnya penguapan air itu sangat berpengaruh terhadap iklim dan cuaca. Yaitu dengan terjadinya musim kemarau dan musim hujan. Apabila penguapan air disuatu wilayah terebut tinggi maka wilayah tersebut terjadi musim hujan, dan sebaliknya.

BAB IV
PENUTUP
           
A.    KESIMPULAN
Cuaca dan iklim merupakan unsur yang penting dalam meteorologi. Pengamatan cuaca dan iklim dapat dilakukan oleh manusia maupun dilakukan dengan menggunakan alat – alat yang dibuat khusus untuk mendeteksi keadaan cuaca dan iklim tersebut.
Taman alat-alat Klimatologi adalah suatu taman dimana alat-alat pengukur unsur-unsur iklim ditempatkan.

  Alat-alat pengukuran yang terdapat di BMKG indrapuri antara lain :
1.         Alat ukur suhu adalah termometer bola basah dan bola kering, termometer maksimum dan termometer minimum, termometer tanah
2.         Alat ukur kelembaban udara adalah Hygrograf.
3.        Alat ukur curah hujan adalah tipe observatorium dan hillman.
4.         Alat ukur radiasi matahari adalah compbell stokes.
5.         Alat ukur kecepatan angin adalah anemometer.
6.      Alat ukur penguapan adalah evaporimeter panci terbuka.
DAFTAR PUSTAKA

Sriworo B,Ir Msc, 2006, Tata Cara Tetap Pelaksanaan Pengamatan dan Pelaporan Data Iklim dan Agroklimat, Badan Meteorologi dan Geofisika, Jakarta.
Arifin, Syamsul Bahri, Roedy Sulistiono, dkk, 2010. Modul Praktikum Klimatologi, Jurusan Budi Daya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar