BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Pengukuran dan pencatatan unsur iklim dan
cuaca yang penting diamati oleh sebuah Stasiun Klimatologi dan Meterologi
antara lain adalah curah hujan yang terkait dengan jumlah dan intensitas hujan
, evaporasi dari permukaan tanah dan tanaman, radiasi matahari yaitu lama
penyinaran dan intensitas penyinaran, kemudian kelembaban dan suhu baik pada
udara maupun tanah, dan tentang angin yaitu kecepatan serta arah angin.
Unsur-unsur iklim erat hubungannya dengan
pertumbuhan tanaman adalah, curah hujan, angin, suhu dan kelembaban udara. Air
sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, seperti menjaga suhu tubuh tanaman.
Pengamatan cuaca yang langsung dilakukan
manusia maupun menggunakan alat meupakan kegiatan penting dalam Meterologi.
Secara umum, negara-negara tropis memiliki berbagai
macam kelebihan seperti tanahnya yang subur, curah hujan yang tinggi, sinar
matahari yang melimpah, flora fauna yang beranegaragam, sumber daya alam yang
melimpah ruah, dan masih banyak lagi kelebihan-kelebihan lainnya. Oleh karena
itu sudah sepatutnya kita mensyukuri karunia yang telah diberikan oleh Tuhan
tersebut kepada negara kita tercinta, Indonesia. Adapun ciri-ciri negara yang
beriklim tropis adalah memiliki curah hujan tahunan yang tinggi dengan
rata-rata lebih dari 70 cm/tahun, suhu udara rata-rata yang tinggi sekitar 20°C
– 30°C, tekanan udara yang relatif rendah dengan perubahannya secara
perlahan-lahan dan beraturan, dan amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil
berkisar antara 1°C – 5°C.
Pengaruh posisi astronomis Indonesia di 95° BT –
141° BT adalah secara de facto Indonesia
terbagi kedalam 3 zona waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu
Indonesia Tengah (WIT) dan Waktu Indonesia Timur (WIT).
B.
TUJUAN
1. Untuk mengetahui cara
kerja alat yang ada di stasiun BMKG Indrapuri – Aceh Besar
2. Untuk
mengetahui kegunaan alat – alat yang ada di stasiun BMKG Indrapuri – Aceh Besar
3. Agar
mahasiswa dapat mengamati unsur – unsur cuaca dan iklim
4. Agar
mahasiswa mengenal profil Stasiun BMKG Indrapuri – Aceh Besar
C.
RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimanakah
sistem cara kerja dari termometer ?
2. Bagaimanakah
sistem cara kerja dari evaporimeter ?
3. Bagaimanakah
sistem cara kerja dari campbell stokes ?
4. Bagaimanakah
sistem cara kerja dari anemometer ?
5. Bagaimanakah
sistem cara kerja dari alat penakar hujan ?
D.
METODE
OBSERVASI
6.
Metode
Audio
Mahasiswa mendengarkan
penjelasan dan pengarahan dari pihak staff BMKG mengenai iklim dan
profilnya beserta kelengkapan alat - alatnya.
7.
Metode
Visual
Mahasiswa melihat secara
langsung layar dengan gambar yang diletakkan di hadapan para mahasiswa
oleh pihak BMKG yaitu gambar durasi proses hujan dan gambar alat pendeteksi
cuaca lengkap dengan keterangannya.
8.
Metode di
lapangan
Mahasiswa langsung terjun ke
lapangan untuk melihat, mengamati dan mencoba alat-alat pendeteksi iklim di
kantor BMKG Indrapuri Aceh Besar.
9.
Metode
Pencatatan
Mahasiswa mencatat hasil pengamatan
dari hasil pengarahan dan penjelasan dari kegunaan alat-alat tersebut
pada buku dan mendokumentasikan gambar hasil obsrevasi.
E.
WAKTU
DAN TEMPAT
Hari/Tanggal
: Senin, 18 Juni 2014
Pukul
: 09.00 WIB s/d Selesai
Tempat
: BMKG Indrapuri - Aceh Besar
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian
Meteorologi dan Klimatologi
Meteorologi berasal dari kata Yunani,
yaitu meteoros, yang artinya benda yang ada dalam udara dan logos artinya
ilmu atau kajian. Jadi, meteorologi didefinisikan sebagai ilmu yang
mempelajari proses dan gejala cuaca yang terjadi di dalam atmosfer terutama
pada lapisan bawah yaitu troposfer. Kajian masalah meteorologi diperlukan dalam
pembangunan irigasi, objek wisata, tempat peristirahatan, perkebunan,
perikanan, lapangan terbang, pelayaran, proyek industri dan lain sebagainya.
Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang iklim, keadaan/kondisi rata-rata cuaca yang lazim pada suatu daerah
tertentu dalam waktu yang cukup lama/sepanjang musim. Iklim berbeda menurut
garis lintang, letak relatif dengan benua atau lautan, serta kondisi-kondisi
geografis setempat seperti ketinggian, arus laut, dan sebagainya.
Cuaca adalah rata-rata kondisi atmosfer pada suatu tempat tertentudengan waktu
yang relatif singkat. Udara merupakan benda gas yang menyelubungi bumi dengan
ketinggian tertentu, tidak berwarna, tidak berbau,tidak dapat dilihat, dan
tidak dapat dirasakan, kecuali dalam keadaan bergerak (angin). Cuaca wilayahnya
relatif sempit dan senantiasa cepat berubah setiap saat dari waktu ke waktu.
Cuaca diamati dan dipelajari secara rutin oleh meteorology dan geofisika yang
hasilnya digunakan untuk kepentingan penerbangan, pelayaran dan kegiatan
lainnya yang berhubungan dengan cuaca.
Iklim (climate) adalah sintesis/kesimpulan dari perubahan unsur-unsur cuaca
(hari demi hari dan bulan demi bulan) dalam jangka waktu yang panjang di suatu
tempat pada suatu wilayah. Setelah bertahun-tahun (30 tahun tahun atau lebih)
dari rata-rata tiap nilai unsur-unsur cuaca akan mencerminkan sifat atmosfer
yang dikenal sebagai iklim. Jadi tiap tempat cuaca hari ke hari berubah-ubah
akhirnya membentuk siklus tertentu, rata-rata data cuaca itulah yang nantinya
disebut sebagai data iklim. Iklim sering diartikan nilai statistik cuaca jangka
panjang di suatu wilayah.
Cuaca dan iklim selalu menyertai dan mempengaruhi kehidupan manusia dibumi.
Nahkoda kapal, pilot pesawat terbang, nelayan dan petani adalah sebagian banyak
dari sekian banyak orang yang sangat memerlukan keterangan atau data cuaca dan
iklim untuk melaksanakan pekerjaann dengan baik. Oleh karena itu, pengertian
tentang cuaca dan iklim perlu dipelajari untuk mendapat suatu pertimbangan
dalam kehidupan kita sehari-hari.
B.
Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus ( SMPK )
Sesuai dengan namanya, Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus ( SMPK )
bertugas secara khusus melakukan kegiatan pengamatan (pengukuran) keadaan unsur-unsur
iklim seperti suhu, angin, hujan, penyinaran matahari, penguapan, kelembaban,
pada suatu waktu (standar) yang telah ditentukan yang berhubunagn atau
berpengaruh nyata terhadap hasil pertanian. Biasanya stasiun ini merupakan
hasil kerja sama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dengan instansi
Pemerintah/BUMN/Swasta yang berhubngan denangan pertanian.
C. Taman Alat–Alat Klimatologi
Taman alat-alat Klimatologi adalah suatu
taman dimana alat-alat pengukur unsur-unsur iklim ditempatkan. Taman alat-alat
Klimatologi terdapat pada setiap Stasiun Klimatologi dan dibangun sedemikian
rupa agar dapat beroperasi dengan baik secara terus menerus paling sedikit 10
tahun.
1.
Ketentuan Membangun Taman Alat-alat
Kekhasan taman alat-alat tersebut menggambarkan
persyaratan atau ketentuan-ketentuan dalam membangunnya, antara lain :
a. Tanahnya
yang datar atau rata dengan ditanami rumput pendek.
b. Tempat
terbuka, letaknya jauh dari pohon-pohon, bangunan penghalang yang tinggi. Jarak
dari pohon atau bangunan penghalang minimal sama dengan tinggi pohon dan atau
bangunan penghalang tersebut. (misalnya terdapat pohon dengan tinggi empat
meter maka jarak taman alat dengan pohon adalah minimal empat meter)
c. Mempunyai
pagar keliling setinggi + 1 meter, untuk melindungi alat-alat dari
gangguan hewan dan lain-lainnya.
d. Ukuran
atau luas taman alat bervariasi tergantung dari jenis Stasiun atau jumlah
alat-alat yang dipasang didalamnya. Contoh : berukuran 20 m X 15 m, 40 m X 20
m, 60 mX 40 m dan sebagainya.
e. Arah
taman alat memanjang Utara–Selatan.
f. Alat-alat
pengukur unsur-unsur iklim diletakkan di dalam taman alat.
g. Penempatan
alat-alat pengukur unsur iklim ditentukan sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu satu sama lain.
D.
Alat – Alat di BMKG Indrapuri – Aceh Besar
a.
Campbell Stokes
b.
Anemometer 6 m
c.
Anemometer 2 m
d.
Termometer tanah
e.
Panci terbuka
f.
Sangkar 1,2 m
g.
Penakar Hujan Hillman
h. Penakar
Hujan Biasa
BAB III
PEMBAHASAN DAN HASIL
A.
Sangkar Meteorologi (SCREEN)
Sangkar meteorologi (Screen) adalah
suatu tempat yang digunakan untuk meletakkan alat-alat pengamatan cuaca
permukaan seperti termometer Bola Kering, Bola Basah, Termometer Maksimum dan
Minimum dan alat lain. Untuk ketelitian pengukuran suhu udara seyogyanya
dihindari dari beberapa macam gangguan lokal maupun hal-hal lain yang
mengurangi kemurnian-kemurnian suhu atmosfer. Beberapa gangguan yang perlu
dihindarkan antara lain :
1. Pengaruh
radiasi langsung dari matahari dan pantulannya oleh benda-benda disekitarnya.
2. Gangguan
tetesan air hujan.
3. Tiupan
angin yang terlalu kuat.
4. Pengaruh
lokal gradient suhu tanah akibat pemanasan dan pendinginan permukaan tanah
setempat.
Untuk mengatasi atau meminimalisir
gangguan tersebut di atas alat pengukurnya perlu ditempatkan pada sangkar
meteorologi.
1. Ketentuan
Membangun Sangkar Meteorologi.
a. Sangkar
dibuat dari kayu sedemikian rupa sehingga dapat melindungi/mengelilingi alat
didalammnya secara sempurna, tetapi dapat menunjukkan suhu udara yang sama
dengan suhu udara luar.
b. Kisi
pintu Sangkar dibuat rangkap untuk mencegah tiupan angin secara langsung,
tetapi udara yang bebas dapat melalui alat.
c. Sangkar
dibuat berpintu dua, membuka/menutup menghadap Utara–Selatan. Gunanya untuk
mencegah pancaran langsung sinar matahari pada alat sewaktu melakukan
pengamatan. Jika matahari berada pada belahan bumi Utara, digunakan pintu
sebelah Selatan untuk pengamatan dan sebaliknya.
d. Tinggi
lantai (tempat kedudukan alat) 120 cm diatas permukaan tanah.
e. Sangkar
diletakkan diatas tanah berumput pendek, di dalam taman alat dengan jarak
minimal satu kali tinggi benda yang berada didekatnya.
2. Pemeliharaan
Alat.
a. Bersihkan
Sangkar Meteorologi dari debu dan lumut sedikitnya satu kali dalam satu bulan
b. Sangkar
dicat satu kali dalam satu tahun dengan menggunakan cat warna putih.
Pengamatan
Suhu Udara Permukaan
Pengamatan Suhu Udara Permukaan adalah
pengukuran suhu udara pada ketinggian 1,20- 1,25 meter dari permukaan tanah,
dengan satuan suhu udara adalah 0C (Celsius), menggunakan alat
pengukur suhu yaitu Termometer. Selanjutnya suhu udara permukaan diamati dengan
menggunakan Termometer Bola Kering.
1. Termometer
Bola Basah dan Bola Kering.
Sepasang Termometer Bola Basah dan Bola
Kering yang ditempatkan vertikal pada Standard dan terpisah dalam jarak + 5 cm
satu sama lain yang disebut Psycrometer(gambar 4). Jenis
ini dipakai untuk pengamatan temperatur dengan mata yang diletakkan dalam
Sangkar Meteorologi. Termometer Bola Basah dan Bola Kering ini berisi Air
Raksa, yang bersifat membasahi dinding gelas, cepat menerima panas, mengembang
dengan teratur, titik didih tinggi (3570 C) dan merupakan
penghantar yang baik.
Pengamatan suhu udara permukaan
dilakukan dengan membaca termometer bola kering. Suhu udara adalah temperatur
atau suhu yang ditunjukkan/terbaca pada Termometer Bola Kering dengan skala
dalam satuan derajat Celcius (0C) dengan tingkat ketelitian 0.2
derajat. Termometer Bola Basah adalah Termometer Bola Kering yang dibungkus
dengan kain Muslin (kain kasa) yang bersih dan dimasukkan ke
dalam dalam Botol yang berisi air bersih dan diusahakan ada jarak antara kain
muslin dalam botol dengan bola Termometer.
a. Cara
Kerja Peralatan :
1) Apabila
suhu udara meningkat maka air raksa dalam bola Termometer akan memuai dan
mendesak keluar.
2) Apabila
suhu udara menurun maka air raksa dalam bola Termometer akan menyusut dan
menarik air raksa dalam kolom..
3) Ujung
kolom air raksa pada Termometer Bola Basah dan Bola Kering menunjukkan suhu
udara pada lingkungan.
b. Cara
Pengukuran dan Pengoperasian :
1) Pengamatan/pengukuran
dilakukan pada waktu yang telah ditentukan.
2) Tiap
kali membuka sangkar yang pertama dibaca adalah suhu dalam Termometer Bola
Kering, jangan memegang termometer untuk menghindari pengaruh panas tubuh
pengamat terhadap suhu termometer.
3) Yakinkan
bahwa garis pandang dari mata kepuncak permukaan air raksa miniscus adalah
mendatar, untuk menghindari kesalahan paralaks
4) Baca
Termometer dengan cepat dan cermat sampai persepuluhan derajat Celsius
terdekat.
2. Termometer
Maksimum
Termometer ini adalah Termometer air
raksa biasa seperti Termometer bola kering. Perbedaannya ialah terdapatnya
bagian yang sempit pada tabung dekat bola Termometer.
a. Cara
Kerja Peralatan
1) Apabila
suhu udara meningkat maka air raksa dalam bola Termometer akan memuai dan
mendesak keluar melalui lubang sempit pada tabung dekat bola Termometer. Ujung
kolom air raksa menunjukkan Temperatur udara maksimum pada hari tersebut.
2) Apabila
suhu turun, kolom air raksa terputus pada bagian yang sempit ini, segera
sesudah air raksa dalam bola termometer menyusut ujung lain dari kolom air
raksa tetap pada tempatnya.
3) Kedudukan
air raksa dalam tabung hanya dapat diturunkan dengan bantuan tenaga mekanis.
Jadi Termometer maksimum menunjukkan
suhu udara tertinggi dalam dua batas waktu pengamatan/pengukuran.
b. Cara
Pengukuran dan Pengoperasian :
1) Untuk
keperluan pengamatan Meteorologi dan Klimatologi pengamatan dilakukan 1 kali
sehari pada waktu yang telah ditentukan yaitu pada sore hari sekitar pukul
18.00 waktu setempat. Dimana suhu udara tidak akan mengalami kenaikan lagi
dalam jangka waktu yang lama.
2) Baca
termometer dengan cermat sampai persepuluhan derajat, Jangan sekali-kali
termometer dipegang sebelum dibaca.
3) Setelah
pembacaan termometer diangkat dari tempatnya kemudian diayunkan 2 X dengan
posisi tangan lurus, untuk mengembalikan air raksa dalam termometer seperti
posisi semula.
2.
Termometer Minimum
Termometer Minimum adalah termometer
alkohol. Termometer jenis ini dipakai untuk mengukur temperatur yang rendah,
karena alkohol mempunyai titik beku yang rendah (-970 C) dan
merupakan penghantar panas yang baik. Didalam kolom alkohol ini terdapat
sebatang gelas kecil yang berwarna kebiru-biruan. Batang gelas ini
dinamakan indeks.Ujung indeks paling jauh dari bola
termometer adalah harga pembacaan.
a.
Cara Kerja Peralatan
1) Jika
suhu turun indeks terdorong kearah bola termometer oleh permukaan alkohol.
2) Jika
suhu naik zat cair ini mengembang, indeks tetap pada tempat yang paling rendah.
b. Cara
Pengukuran dan Pengoperasian :
1) Pembacaan
alat adalah pada ujung terjauh indeks dari bola termometer.
2) Setelah
pembacaan, termometer diangkat dari tempatnya kemudian termometer dimiringkan
dengan posisi bola termometer lebih tinggi, sambil diamati pergerakan dari
indeks hingga indeks mencapai puncak permukaan alkohol dan diletakkan kembali
pada standard seperti posisi semula.
b.
Pemeliharaan Alat
1) Bersihkan
termometer dari debu dan lumut.
2) Tambahkan
air termometer bola basah sedikitnya 1 kali dalam tiga hari atau pada saat air
dalam botol berkurang.
3) Ganti
kain kasa atau kain muslin jika telah berlumut atau
kotor.
4) Periksa
air raksa termometer maksimum setelah dibaca dan sebelum dikembalikan apakah
bagian yang sempit pada tabung dekat bola masih berfungsi baik (lihat apakah
air raksa terputus).
5) Jangan
menggoyang termometer minimum seperti termometer maksimum. Cukup dimiringkan ke
arah suhu pada waktu pembacaan.
TUGAS 1 DAN 2
1. Jelaskan apa saja manfaat sebuah
stasiun pengamatan unsur-unsur meterologi dan klimatologi bagi kehidupan
manusia ?
JAWAB :
1.
Masyarakat dapat mengetahui waktu-waktu
yang tepat untuk bercocok tanam, contohnya : dengan waktu yg tepat, masa cocok
tanam bisa panen 3 kali dalam setahun. Tetapi apabila tidak tepat maka hanya
dua kali, inilah salah satu yg dapat menghasilkan hasil yang lebih maksimal.
2.
Dengan adanya prakiraan cuaca, data-data
kapan datangnya angin dapat sangat berguna bagi para nelayan yang ingin
menangkap ikan. Mengetahui waktu yang tepat pula
3.
Badan kepariwisataan juga membutuhkan
informasi-informasi dari BMKG untuk kenyamanan dan kselamatan pada wisatawan
4.
Sebagai informasi pula kepada masyarakat
yang lebih luas,untuk berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari,
seperti melakukan perjalanan dsb.
2. Sebutkan beberapa alasan mengapa
sebuah stasiun pengamatan meterologi dan klimatologi harus dibangun di suatu
tempat tertentu
JAWAB :
Di dalam sebuah stasiun pengamatan
memiliki banyak sekali alat-alat yang digunakan dan akan berfungsi dengan
maksimal apabila alat tersebut berada di tempat yang tepat dan sesuai,
contohnya : sangkar meteorology yang keakuratannya akan baik apabila tidak
terpengaruh oleh aktivitas manusia seperti pembakaran dll.
3. Catatlah tingginya suhu bagaimana
yang ditunjukkan oleh masing-masing termometer saat pengamatan pada tabel
berikut,
JAWAB :
|
1
|
Termometer bola basah
|
t =
26,6 °C = 80,24°F
|
|
2
|
Termometer bola kering
|
t =
31,6 °C =88,88°F
|
|
3
|
Termometer maksimum
|
t =
30,6 °C =87,88°F
|
|
4
|
Termometer minimum
|
t =
27,2 °C = 80,96 °F
|
4.
Sesuai data pada tabel di atas, jika terdapat
perbedaan hasil pengamatan jelaskan mengapa ada perbedaan tersebut.
JAWAB :
Karena, benda yang digunakan untuk
mengukur atau kandungan isinya berbeda. Sehingga menghasilkan data yang
berbeda, akan tetapi perbedaan ini tidak terpaut terlalu jauh. Dan adanya
perbedaan tinggi suhu karena hasil pengamatan suhu udara tersebut ada yang tidak
valid, seperti di air raksa, alkohol dan sebagainya. Maka hasilnya itu berbeda,
akan tetapi perbedaan tu tidak terlalu jauh sehingga data-data yng didapatkan itu tetap akurat kebenarannya
dan bisa dimasukan ke dalam data pengukuran suhu. Seperti yang kita ketahui, setiap alat pastimempunyai kelebihan
dan kekurangannya .
5.
Jelaskan mengapa pencatatan suhu udara untuk
pengamatan klimatologi harus diambil dari beberapa jenis termometer, seperti
termometer bola basah , bola kering, maksimum dan minimum.
JAWAB :
Karena, pada
sistem alat tersebut, ada data-datanya ada yang tidak akurat, seperti
termometer maksimum dan minimum memiliki kelemahan karena data yang didapat
kurang akurat karena ada beda tingkat pemuaian antara raksa dan
alkohol.Sedangkan kelebihannya yaitu dapat diperoleh data suhu maksimum dan
minimum secara bersamaan. Sehingga dari keseluruhannya dapat di ambil kesimpulan
sehingga datanya itu tepat dan akurat
6.
Sebagai salah satu unsur pembentukan iklim, apakah
pengaruh besar kecilnya perbedaan rentang suhu antara maksimum dan minimum
JAWAB :
Pengaruh besarnya kecilnya yaitu terjadi pada hasil pengamatan, kalau
maksimum pengukurannya menggunakan air raksa sehingga pengamatannya jelas,jika
suhu naik maka air raksa akan mengembang dan melewati penyempitan. Dan jika
terjadi penurunan suhu raksa menyusut tetapi tidak melewati penyempitan didalam
tabung menuju tanda. Dari panjang kolom air raksa yang tinggal didalam tabung
dapat di baca suhu tertinggi yang telah dicapai. Kalau minimum ia lebih condong
pengamatannya menggunakan alkohol. Jika
suhu naik, alkohol yang memuai dapat melewati benda kecil (barbell), pada
penurunan suhu, alkohol akan menyusut.Ujung induk yang paling jauh dari tandon
menunjukan suhu paling rendah yang dialami selama waktu pengamatan.Termometer
minimum memiliki kelebihan yaitu menggunakan zat cair alkohol yang titik
bekunya rendah sehingga dapat digunakan mengukur suhu yang sangat rendah.
B.
Higrometer (Relatif
Humidity – RH)
Relatif Humidity/Kelembaban Udara (RH) adalah
perbandingan tekanan uap air dalam gas terhadap tekanan uap air maksimum pada
suhu tertentu yang dinyatakan dalam persen (%). Relatif Humidity di ukur secara
langsung dengan alat yang disebut Hygrograf , dan juga dapat
ditentukan secara tidak langsung melalui pembacaan Psycrometer (Termometer
bola basah dan bola kering, gambar 4). Dikatakan tidak langsung karena Relatif
Humidity didapat dari perhitungan hasil pembacaan suhu bola basah dan bola
kering. Sehingga diketahui hubungan antara pembacaan bola basah dan bola kering
dan tekanan uap pada saat itu.
Cara
Pengukuran dan Pengoperasian
Untuk mempermudah pengamatan Relatif
Humidity atau kelembaban udara, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), telah
membuat Tabel penentuan Relatif Humidity (RH) berdasarkan hasil pembacaan
Termometer Bola Basah dan Termometer Bola Kering.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1) Jarak
Antara Bola Termometer (basah & kering) dengan lantai adalah 18 cm.
2) Jarak
antara besi penyangga Termometer (maksimum & minimum) dengan lantai adalah
35 cm.
3) Letak
Psycrometer didalam sangkar pada jarak minimum 10 cm terhadap dinding sangkar
dan alat-alat lain.
Temperatur Tanah
Selain mengukur suhu udara, Stasiun
Meteorologi Pertanian Khusus (SMPK) juga mengamati/mengukur suhu tanah pada
kedalaman 0 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm, 100 cm. Sesuai dengan ketetapan
(standard) dari WMO (World Meteorological Organization). Temperatur tanah
dibedakan atas dua macam yaitu, temperatur tanah berumput pendek dan temperatur
tanah gundul. Perbedaan terletak pada keadaan permukaan tanah dimana termometer
ditempatkan ditanami rumput pendek atau tidak sama sekali (gundul).
a) Cara Kerja Peralatan
1. Prinsip kerja alat sama dengan termometer bola kering biasa yaitu, apabila
suhu dalam tanah meningkat maka air raksa dalam bola termometer akan memuai dan
mendesak keluar dan juga berlaku sebaliknya.
2. Ujung kolom air raksa menunjukkan suhu tanah pada kedalaman termometer yang
sedang diamati.
b) Cara Pengukuran dan
Pengoperasian
1. Pengamatan/pengukuran dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan.
2. Mata pengamat usahakan
sejajar dengan permukaan air raksa dalam termometer, hindari kesalahan paralaks dalam
pembacaan suhu.
c) Pemeliharaan Alat
1. Bersihkan termometer dari debu dan lumut.
2. Bersihkan areal termometer tanah gundul dari rumput/tanaman.
3. Pelihara areal termometer tanah berumput dengan rumput pendek dan bersihkan
dari tanaman pengganggu.
TUGAS 3 :
1.
Jelaskan bagaimana cara pembacaan nilai kelembapan
relatif atau relatif humadity (rh) udar pada alat higrograf dan secara tidak
langsung dengan psicometer
JAWAB :
Apabila pembacaan pada kedua termometer basah dan kering sama, maka
kelembaban nisbinya adalah 100%, tetapi apabila pembacaan termometer basah di
bawah termometer kering, maka kelembaban nisbinya kurang dari 100%. Nilai
sebenarnya dapat dilihat pada tabel, tetapi kalau menggunakan Sling
Psychrometer dan hygrometer dapat langsung dibaca pada skala ukurannya
2.
Catatlah besarnya nilai kelembapan relatif udara saat
ini
JAWAB : 75% ( tujuh puluh lima persen )
3.
Catatlah data tinggi suhu untuk masing-masing kedalaman
tanah yang berbeda kedalam tabel berikut.
JAWAB :
|
1
|
Suhu pada kedalaman 0 cm
|
t = 29,8 °C = 84,84 °F
|
|
2
|
Suhu pada kedalaman 10 cm
|
t =28,2 °C = 83, 16 °F
|
|
3
|
Suhu pada kedalaman 20 cm
|
t = 28,4 °C = 28,32 °F
|
|
4
|
Suhu pada kedalaman 50 cm
|
t = 30 °C = 86 °F
|
|
5
|
Suhu pada kedalaman 100 cm
|
t = 30,5 °C= 86,40
°F
|
4.
Perhatikan tinggi suhu untuk masing-masing kedalaman
tanah, jika terdapaT perbedaan jelaskan mengapa suhu tersebut berbeda
JAWAB :
Karena, kedalaman
tanah yang di ukur itu berbeda-beda. Sehingga temperatur didalam tanah juga
berbeda. Kelembapan udara, kadar air tanah, dan kandungan bahan organik yang
diterima pun berbeda, sehingga suhu yang diterima pun berbeda.
5.
Jelaska mengapa, pencatatan tinggi suhu tanah harus
dilakukan dengan cara memvariasikan kedalaman tanah.
JAWAB :
karena, proses kehidupan bebijian, akar
tanaman dan mikroba tanah secara langsung dipengaruhi oleh temperatur tanah. Tentang
suhu tanah pengaruhnya penting sekali pada kondisi tanah itu sendiri dan
pertumbuhan tanaman. Pengukuran dari suhu tanah biasanya dilakukan pada
kedalaman 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm, dan 100 cm. Faktor pengaruh suhu tanah
yaitu faktor luar dan faktor dalam. Yang dimaksud dengan faktor luar yaitu
radiasi matahari, awan, curah hujan, angin, kelembapan udara. Faktor dalamnya
yaitu faktor tanah, struktur tanda, kadar iar tanah, kandungan bahan organik,
dan warna tanah. Makin tinggi suhu maka semakin cepat pematangan pada tanaman.
Suhu tanah beraneka ragam dengan cara khas pada perhitungan harian dan musiman.
Fluktasi terbesar dipermukaan tanah dan akan berkurang dengan bertambahnya
kedalaman tanah.
C.
Pengukur
Curah Hujan/ Penakar hujan (Ombro Meter)
Penakar
Curah Hujan Biasa (Type Obs)
Penakar hujan ini termasuk jenis penakar
hujan biasa non recording atau tidak dapat mencatat sendiri.
Dengan bentuk sederhana terdiri dari sebuah corong, mulut corong (bagian atas)
berbentuk lingkaran dengan luas 100 cm2. Bagian bawah corong
merupakan tempat penampungan air hujan. Penakar hujan ini termasuk tipe kolektor yang
menggunakan gelas ukur khusus untuk mengukur curah hujan dalam skala mm
(milimeter).
1. Cara
Kerja Peralatan :
a. Air
hujan yang masuk melalui corong dialirkan kebagian penampungan air hujan.
b. Air
yang tertampung dikeluarkan melalui kran dan diukur dengan menggunakan gelas
penakar.
2. Cara
Pengukuran dan Pengoperasian :
a. Pengamatan
dilakukan setiap hari pada jam 07.00 waktu setempat.
b. Buka
kunci gembok, letakkan gelas ukur dibawah kran dan kemudian kran dibuka.
c. Jika
curah hujan diperkirakan melebihi 25 mm atau (sesuai skala gelas), sebelum air
yang ditampung dalam gelas mencapai 25 mm, kran ditutup dulu, lakukan pembacaan
dan catat. Kemudian air dalam gelas dipindah dan pengukuran dilanjutkan kembali
sampai air dalam penakar habis diukur. Selanjutnya seluruh hasil pembacaan
dicatat dan di jumlahkan.
d. Untuk
pembacaan curah hujan lebih kecil dari 0,5 mm ditulis 0 (nol), jika lebih dari
0,5 mm ditulis 1 (satu).
3. Pemeliharaan
Alat :
a. Periksa
dan bersihkan corong dari sampah/kotoran sehingga tidak menghambat masuknya air
hujan.
b. Periksa
selalu apakah penampungan bocor.
c. Pakai/gunakan
selalu gelas ukur standard yang telah disediakan.
d. Setelah
pengukuran pastikan kran dalam keadaan tertutup/terkunci
Penakar
Hujan Otomatis (Tipe Hillman)
Penakar hujan tipa Hillman termasuk
penakar hujan yang dapat mencatat sendiri. Badannya berbentuk silinder dengan
tinggi 115 cm. Mulut corong (bagian atas) berbentuk lingkaran dengan luas 200
cm 2.
1. Cara
Kerja Peralatan :
a. Air
hujan masuk melalui corong kemudian masuk terkumpul dalam tabung tempat
pelampung.
b. Air
menyebabkan pelampung beserta tangkainya terangkat naik keatas.
c. Pada
tangkai pelampung terdapat tangkai pena yang gerakannya mengikuti tangkai
pelampung.
d. Gerakan
pena dicatat pada pias yang digulung pada silinder jam yang berputar secara
mekanis.
e. Jika
air dalam tabung hampir penuh (dapat dilihat pada lengkungan selang gelas) pena
akan mencapai tempat teratas pada pias. Setelah air mencapai atau melewati
puncak lengkungan selang gelas maka berdasarkan sistem siphon otomatis
air dalam tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam tabung.
f. Bersamaan
dengan keluarnya air, tangkai pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada
pias merupakan garis lurus vertikal.
g. Jika
hujan masih turun, maka pelampung akan naik kembali seperti diatas.
Dengan demikian jumlah curah hujan dapat
dihitung dengan menghitung jumlah garis-garis vertikal yang terdapat pada pias,
dan dapat ditentukan kapan jatuhnya hujan dan berapa intensitasnya untuk jangka
waktu tartentu. Satu kali pena pias naik menandakan hujan sebanyak 10 mm.
2. Cara
Pengukuran dan Pengoperasian :
a. Buka
pintu penakar hujan, singkirkan pena dari pias lalu angkat silinder jam penakar
keatas.
b. Putar/kunci
jam secukupnya, pasang pias pada silinder yang telah ditulis tanggal
pemasangannya.
c. Letakkan
silinder jam pada posisi semula dengan menyetel/mencocokkan waktu yang
ditunjukkan oleh pena pada pias dengan waktu setempat.
d. Untuk
keperluan pengamatan iklim suatu daerah, pengambilan pias dilakukan pukul 07.00
waktu setempat.
3. Pemeliharaan
Alat :
a. Periksa
dan bersihkan corong dari sampah/kotoran sehingga tidak menghambat masuknya air
hujan.
b. Periksa
selalu apakah jam berfungsi baik, jangan mengunci jam terlalu ketat.
c. Periksa
selalu apakah tangkai pena berfungsi dengan baik, jangan membengkokkan tangkai
pena. Periksa juga apakah mata pena masih berfungsi.
d. Gunakan
gelas ukur standard yang telah disediakan, setelah pengukuran pastikan pintu
penakar tertutup dengan baik.
TYPE OBS
TYPE HILLMAN
TUGAS 4
:
6.
Jelaskan apakah ada perbedaan pengertian curah hujan
dengan intensitas hujan.
JAWAB :
Curah hujan = jumlah air yang jatuh di permukaan tanah datar selama periode tertentu
yang diukur dengan satuan tinggi (mm) di atas permukaan horizontal bila tidak
terjadi evaporasi, runoff dan infiltrasi.
Intensitas hujan = adalah ketinggian curah hujan yang terjadi pada
suatu kurun waktu di mana air tersebut terkonsentrasi
7.
Dapatkan data tentang besarnya curah hujan untuk
wilayah-wilayah kabupaten yang ada dalam provinsi nanggroe aceh darussalam.
JAWAB :
Curah
hujan di wilayah Aceh sebagian besar di atas 13,6 mm/hr bahkan ada yang
mencapai 34,8 mm/hr. Wilayah yang bercurah hujan tinggi tersebut meliputi:
Pidie, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Pulau Simeulue. Sedangkan
wilayah yang bercurah hujan di bawah 13,6 mm/hr meliputi: sebagian Aceh Besar, sebagian
Aceh Utara, sebagian Aceh Timur, dan sebagian Aceh Tenggara
.
D.
Campbell
Stokes
Campbell Stokes digunakan untuk
menghitung lama penyinaran matahari atau panjang hari. Alat ini terdiri dari
bola gelas berbentuk bulat berisi masa air yang terpasang ditengah-tengah
sebuah mangkok dengan garis tengah + 15 cm. Pada mangkok dibuat garis-garis jam
dan permukaannya dicat hitam. Bola gelas ini bekerja sebagai lensa dan panas
matahari akan membakar pias kertas ditempat kertas jatuh.
1. Cara
Kerja Alat
a. Sinar
Matahari yang melalui bola gelas sedemikian rupa diteruskan dan difokuskan
tepat mengenai pias yang khusus dibuat untuk alat ini.
b. Bekas
sinar matahari akan meninggalkan jejak dengan terbakarnya pias sesuai dengan
kekuatan sinar matahari.
c. Digunakannya
bola gelas untuk memfokuskan sinar matahari secara terus-menerus tanpa
terpangaruh oleh perubahan posisi matahari.
d. Jika
matahari bersinar sepanjang hari dan mengenai alat ini akan diperoleh jejak pias
terbakar yang tidak putus.
e. Jika
matahari tertutup awan dan atau hujan akan ditinggalkan jejak yang
terputus-putus.
2. Cara
Pengukuran dan Pengoperasian :
a. Penggantian
dan pemasangan pias sebaiknya pada sore hari setelah pukul 18.00 waktu
setempat.
b. Tulis
tanggal waktu pemasangan pias pada sebalik kertas pias.
TUGAS
5 :
1.
Jelaskan cara kerja alat ukur radiasi matahari
sehingga alat ini dapat mengukur lamanya penyinaran dan intensitas energi
radiasi cahaya matahari.
JAWAB :
1.
Sinar matahari yang melalui bola gelas sedemikian rupa
diteruskan dan difokuskan tepat mengenai pias yang khusus dibuat untuk alat
pengukur radiasi matahari
2.
Bekas sinar matahari akan meninggalkan jejak dengan
terbakarnya pias sesuai dengan kekuatan sinar matahari.
3.
Digunakannya bola gelas untukmemfokuskan sinar
matahari secara terus menerus tanpa terpengaruh oleh perubahan posisi matahari
4.
Jika matahari bersinar sepanjang hari dan mengenai
alat ini akan diperoleh jejak pias terbakar yang tidak putus
5.
Jika matahari tertutup awan dan atau hujan akan
ditinggalkan jejak yang terputus-putus.
2. Apa manfaat
pengukuran lamanya penyinaran cahaya dan pengukuran intensitas cahaya matahari
dalam klimatologi.
JAWAB :
Manfaatnya
yaitu untuk menunjukkan seberapa lama matahari menyinari bumi selama 12 jam,
untuk mengukur rata-rata keadaan atmosfer juga.
3. Apakah alat
ini alat ini (campbell stokes) dapat menjelaskan tentang adanya perbedaan gerak
semu matahari terhadap bumi dalam periode satu tahun.
JAWAB :
Dapat, karena pada Campbell stokes
tersebut pemfokusan cahaya matahari bergerak dari arah timur ke barat, dimana
yang membuktikan adanya pergerakan gerak semu matahari. Dan pada alat tersebut
pula telah diatur sesuai letang lintang daerah tsb.
4. Apakah posisi
pembakaran pada jenis kertas pias antara pias melengkung pajang, lurus dan pias
lengkung pendek dapat memprediksi musim hujan atau musim kemarau, khususnya di
wilayah propinsi nanggroe aceh darussalam dan umumnya di wilayah indonesia.
JAWAB :
Bisa, karena jenis pias dari alat tersebut itu mencatat arah
pergerakan matahari. Sehingga kita dapat memprediksi musim di Indonesia.
E.
Anemometer
(Mengukur Kecepatan Angin)
Kecepatan angin diukur dengan
Anemometer. Ada yang langsung menunjukkan kecepatan angin sesaat, dan ada pula
yang menyatakan panjangnya perjalanan angin. Dalam jangka waktu tertentu, yang
disebut dengan Wind Run. Cup Counter Anemometer termasuk jenis
yang mengukur Wind Run ini. Untuk keperluan pertanian Cup Counter Anemometer
ditempatkan pada ketinggian dua meter dari permukaan tanah.
1. Cara
Kerja Alat :
a. Angin
yang melewati mangkuk menyebabkan mangkuk berputar. Jauhnya perjalanan angin
dicatat pada counter.
b. Untuk
mengetahui kecepatan angin rata-rata selama jangka waktu tertentu (interval),
dihitung selisih pembacaan pada counter diakhir interval dengan permulaan
interval itu.
2. Cara
Pengukuran dan Pengoperasian :
a. Catat
counter pada saat permulaan pengamatan sesuai dengan waktu pengamatan setempat.
b. Catat
counter pada pengamatan berikutnya sesuai dengan waktu pengamatan yang telah
ditentukan.
c. Hitung
kecepatan angin rata-rata dengan satuan meter/detik (m/s) selama jangka waktu
pengamatan.
3. Pemeliharaan
Alat :
a. Pelihara
as (sumbu) kepala Cup Counter Anemometer dengan cara meminyakinya.
b. Jangan
memutar mangkok pada saat Cup Counter Anemometer sedang beroperasi atau
berputar pada saat pengamatan.
TUGAS 6
1.
Jelaskan cara kerja alat ukur anemometer
dan bagaimana mengukur kecepatan angin sesaat maupun pengukuran model Win Run !
JAWAB :
Alat yang bernama Wind Vine/Run ini
berguna untuk menentukan arah angin. Kemudian alat yang bernama Anemometer ini
bisa mengetahui berapa kecepatan anginnya.
Cara Kerjanya :
Wind Vane/Run akan bergerak memutar ketika
angin berhembus sehingga dapat diketahui asal arah angin. Dan pada saat itu
pula dapat mengetahui kecepatan anginnya dengan melihat Anemometer
2.
Mengapa anemometer perlu dipasang pada
dua posisi ketinggian terhadap permukaan tanah !
JAWAB :
Alat ukur
anemometer yang ada di BMKG klimatologi indrapuri di pasang dengan dua
ketinggian yaitu 2 meter dan 10 meter. Itu disebabkan karena kecepatan angin
yang berbeda antara 2 meter dan 10 meter, itu semua dipengaruhi oleh permukaan
dan vegetasi di sekitarnya.
3.
Apa saja syarat yang harus diperhatikan
ketika menentukan tepat pemasangan sebuah alat ukur kecepatan angin atau
anemometer !
JAWAB :
Anemometer
dipasang dengan ketinggian 10 meter dan
berada di tempat terbuka yang memiliki jarak dari penghalang sejauh 10 kali
dari tinggi penghalang (pohon, gedung atau sesuatu yang menjulang tinggi).
Tiang anemometer dipasang menggunakan 3 buah labrang/ kawat penahan tiang,
dimana salah satu kawat/labrang berada pada arah utara dari tiang anemometer
dan antar labrang membentuk sudut 1200. Pemasangan penangkal petir
pada tiang anemometer merupakan faktor terpenting terutama untuk daerah rawan
petir. Hal ini mengingat tiang anemometer memiliki ketinggian 10 meter dengan ujung-ujung runcing yang
membuatnya rawan terhadap sambaran petir
4.
Apa saja faktor yang dapat mempengaruhi
besar kecilnya kecepatan angin suatu saat !
JAWAB :
Ada tiga hal yang penting menyangkut sifat angin yaitu : kekuatan, arah dan kecepatan angin yang
sangat dipengaruhi oleh perbedaan tekanan
udara dan kekasaran permukaan. Semakin besar perbedaan tekanan udara dari
suatu wilayah dengan wilayah lain, kecepatan angin semakin besar. Demikian juga
dengan kekasaran permukaan, semakin kasar permukaan yang dilewati oleh angin
maka hambatan yang dialami angin semakin besar sehingga kecepatannnya berkurang
dan arah angin mengalami perubahan akibat adanya gerakan turbulensi.
5.
Apakah terdapat pengaruh jenis penutup
lahan terhadap besar kecilnya kecepatan angin pada suatu wilayah !
JAWAB :
Jenis penutup lahan itu sangat berpengaruh terhadap besar
kecilnya kecepatan angin. Karena jenis
penutup lahan adalah faktor yang mempengaruhi sampai nya penyinaran matahari
kepermukaan tanah. Dan apabila jenis penutupnya tinggi-tinggi maka kecepatan
anginya sedikit berkurang karena permukaan tidak terlalu kosong.
F.
Evaporimeter
Penguapan ialah proses perubahan air
menjadi uap air. Proses ini dapat terjadi pada setiap permukaan benda pada
temperatur diatas 00C. Faktor-faktor yang mempengaruhi penguapan
adalah temperatur benda dan udara, kecepatan angin, kelembaban udara, jenis
permukaan benda serta unsur-unsur yang terkandung didalamnya.
Dalam klimatologi dikenal istilah
evaporasi dan evapotranspirasi, Evaporasi adalah penguapan dari permukaan benda
mati atau air yang tergenang, sedangkan Evapotranspirasi adalah penguapan dari
permukaan air, tanah, dan tanaman (transpirasi). Jadi Evapotranspirasi
merupakan gabungan dari tranpirasi dan evaporasi.
A. Evaporimeter
Panci Terbuka
Salah satu alat yang digunakan untuk
mengukur evaporasi dipergunakan Evaporimeter panci terbuka, dengan peralatan
antara lain :
1) Panci terbuka,
terbuat dari besi anti karat dengan ukuran garis tengah 122 cm, dan tinggi 25,4
cm.
2) Hook Gauge yaitu
alat yang digunakan untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci.
Alat ini terdiri dari sebuah batang yang mempunyai skala mm (milimeter), dan
sebuah sekrup yang digunakan untuk mengatur letak ujung jarum pada permukaan
air dalam panci. Skrup ini berfungsi sebagai mikrometer yang dibagi menjadi 50
bagian. Satu putaran penuh dari mikrometer mencatat perubahan ujung jarum
setinggi 1 mm.
3) Still Well adalah
bejana yang terbuat dari logam kuningan yang berbentuk silinder dan mempunyai
tiga buah kaki. Pada tiap kaki bejana terdapat sekrup yang digunakan untuk
menyetel Still Well berdiri horisontal. Pada dasar bejana terdapat sebuah
lubang saluran air untuk menjaga permukaan air dalam bejana dan panci tetap
sama. Kegunaan yang lain adalah untuk menjaga permukaan air tetap tenang,
sehingga penyetelan ujung jarum dapat lebih mudah.
4) Flooting Termometer (Termometer
Apung). Alat ini merupakan satu set termometer maksimum dan minimum biasa yang
diletakkan mengapung diatas panci berfungsi untuk mengukur temperatur air dalam
panci.
1. Cara
Kerja Alat
a. Laju
penguapan diketahui dan diukur dari perubahan tinggi permukaan air, melalui
pembacaan skala pada Hook Gauge.
b. Untuk
Mengetahui laju penguapan yang terjadi pada interval waktu tertentu, dihitung
selisih pembacaan akhir interval dengan permulaan interval waktu itu.
2. Cara
Pengukuran dan Pengoperasian
a. Baca
dan catan suhu maksimum dan minimum air.
b. Baca
dan catat skala pada Hook Gauge.
c. Putar
sekrup Hook Gauge perlahan-lahan sampai ujung jarum tepat berada pada permukaan
air
d. Baca
dan catat skala pada Hook Gauge pada skala yang ditumjukkan oleh
sekrup/mikrometer.
e. Lakukan
pengamatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
3. Pemeliharaan
Alat :
a. Bersihkan
bagian-bagian alat dari kotoran/lumut.
b. Ganti
air dan bersihkan panci paling sedikit dua minggu satu kali.
TUGAS 7
1.
Jelaskan bagaimana cara kerja alat ukur
evaporimeter sehingga dapat ditentukan berapa besar laju penguapan air !
JAWAB :
Alat ini yang bernama Evaporimeter ini digunakan untuk mengukur besarnya
evaporasi.
Cara Kerja :
Dalam penggunaan alat ini hanya
mengamati dan mencatat skala yang tertera pada alat tersebut.
2.
Jelaskan faktor apa saja yang dapat
mempengaruhi tinggi rendahnya laju penguapan pada air !
JAWAB :
. Yang
dapat mempengaruhi tinggi rendahnya laju
penguapan pada air adalah penyinaran matahari, semakin lama matahari menyinari
permukaan air dan semakin banyak sinar matahari yang diterima oleh permukaan
air, maka semakin tinggi penguapan air tersebut. Kemudian yang dapat
mempengaruhi tinggi penguapan adalah temperatur benda dan udara, kecepatan
angin, kelembaban udara, intensitas radiasi matahari dan tekanan udara, jenis
permukaan benda serta unsur-unsur yang terkandung didalamnya.
3.
Apa pengaruh tinggi rendahnya laju
penguapan air terhadap keadaan iklim dan cuaca di suatu tempat !
JAWAB :
Tinggi rendahnya penguapan air itu sangat berpengaruh terhadap
iklim dan cuaca. Yaitu dengan terjadinya musim kemarau dan musim hujan. Apabila
penguapan air disuatu wilayah terebut tinggi maka wilayah tersebut terjadi
musim hujan, dan sebaliknya.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Cuaca dan iklim merupakan unsur yang penting dalam meteorologi. Pengamatan
cuaca dan iklim dapat dilakukan oleh manusia maupun dilakukan dengan
menggunakan alat – alat yang dibuat khusus untuk mendeteksi keadaan cuaca dan
iklim tersebut.
Taman alat-alat Klimatologi adalah suatu taman dimana alat-alat pengukur
unsur-unsur iklim ditempatkan.
Alat-alat pengukuran yang terdapat di
BMKG indrapuri antara lain :
1.
Alat ukur suhu adalah termometer bola basah dan bola kering, termometer
maksimum dan termometer minimum, termometer tanah
2.
Alat ukur kelembaban udara adalah Hygrograf.
3.
Alat ukur curah hujan adalah tipe observatorium dan hillman.
4.
Alat ukur radiasi matahari adalah compbell stokes.
5.
Alat ukur kecepatan angin adalah anemometer.
6.
Alat ukur penguapan adalah evaporimeter panci terbuka.
DAFTAR
PUSTAKA
Sriworo B,Ir Msc, 2006, Tata Cara Tetap Pelaksanaan Pengamatan dan Pelaporan Data Iklim dan
Agroklimat, Badan Meteorologi dan Geofisika, Jakarta.
Arifin, Syamsul Bahri, Roedy Sulistiono, dkk, 2010. Modul Praktikum Klimatologi,
Jurusan Budi Daya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar